Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

ENGKAU BERHARGA LEBIH DARI YANG KAU TAHU


 

Mutiara kehidupan yang paling indah seringkali tersembunyi jauh di relung hati

Terkungkung oleh kekerasan dan kerapuhan jiwa

Terselubung oleh kesedihan dan kesenangan sesaat

Teralihkan oleh ambisi yang kadang membuat lupa diri

 

Tiada jalan ke sana, kecuali menyerah pada kehendak Bapa

Mengijinkan tangan-Nya menyingkap segala yang tersembunyi

Menyingkirkan semua yang kau anggap harta namun sesungguhnya sampah

 

Hanya dengan mengikuti panggilan-Nya dan hidup dengan cara-Nya

Engkau akan menemukan mutiara terindah

Pada saat itulah engkau akan memahami arti dirimu

Bahwa engkau lebih dari yang selama ini kau tahu!

 

(Sella Irene – Beautiful Words)

 

Pernahkah Anda merasakan ada “sesuatu yang kurang” meski telah mendapatkan semua yang Anda mau? Pernahkah Anda merasa harus berada pada jalur tertentu atau harus melakukan sesuatu yang Anda tak tahu persis apa itu namun Anda yakin bahwa Anda memang disiapkan untuk itu? Apakah hati Anda bergejolak dengan hasrat untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan lebih dari yang selama ini telah Anda lakukan? Semua itu adalah indikasi bahwa Tuhan sedang memanggil kita. Bila kita meresponi dorongan itu dengan sungguh-sungguh maka kita akan menemukan panggilan Tuhan yang lebih spesifik bagi hidup kita.

Kita memang didesain untuk hidup dalam panggilan Tuhan, dan untuk itu Tuhan telah memperlengkapi kita. Kita salah jika mengira telah mengembangkan seluruh potensi yang ada, sebab sesungguhnya Tuhan telah menginvestasikan di dalam diri kita potensi yang jauh lebih besar dari apa yang telah kita ketahui saat ini. Tetapi kita tidak akan menemukannya sampai kita menyerahkan segenap diri kita untuk masuk dalam rencana yang telah dikhususkan-Nya bagi kita sejak semula. Pemazmur melukiskan dengan sangat indah bagaimana Tuhan mengenal kita dan mengetahui hari-hari di depan kita sebelum nafas pertama kita di dunia.

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. (Mazmur 139:13-16)

Mazmur ini menyatakan pada kita bahwa KITA SPESIAL DI MATA TUHAN dan KITA ADA DI DALAM RENCANA TUHAN.

KITA SPESIAL DI MATA TUHAN

Setiap manusia diciptakan secara personal, bukan produksi massal, bukan copy-paste. Lihatlah, tak satupun manusia yang sama persis. Timbre suara, detail wajah, warna pupil, rambut, sidik jari, dan sebagainya. Bahkan saudara kembar pun tetap memiliki perbedaan. Ini menunjukkan betapa kreatifnya Pencipta kita, sekaligus betapa spesialnya setiap kita!

Bila kita sedemikian spesial bagi Tuhan, maka tak ada alasan bagi kita untuk tidak menghargai dan menerima keberadaan diri kita seutuhnya. Ini bukan “menerima” dalam arti menoleransi dan berkompromi dengan kelemahan dan dosa kita dengan alasan “memang beginilah saya”. Tidak seperti itu! Menerima keberadaan diri seutuhnya di satu sisi berarti menyadari kekurangan serta kelebihan diri sendiri lalu mengelolanya dengan tanggung jawab, dan di sisi lain juga mensyukuri hidup ini sebagai anugerah Allah apapun kenyataannya. Jangan merasa tertolak karena alasan apapun sebab Tuhan tidak menolak kita. Tuhan tetap mengasihi walau Dia tahu keburukan dan semua dosa-dosa kita.

Tuhan Yesus menggambarkan kasih-Nya pada kita seperti kasih Bapa kepada-Nya: Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu….. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yoh 15:9,13)

Karena kasih, Bapa rela memberikan Yesus untuk disalibkan demi menyelamatkan manusia. Yesus pun rela menyerahkan nyawa-Nya agar manusia yang telah jatuh dalam dosa dan terpisah dari Allah dapat kembali memiliki persekutuan dengan Bapa dan menikmati kasih-Nya. Karena itu, hal terutama yang harus kita pastikan adalah apakah kita telah menerima Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat dan menjadikan Yesus sebagai satu-satunya Tuhan yang berdaulat dalam hidup kita. Hanya dengan berjalan bersama Yesus, maka kita akan memperoleh keselamatan kekal dan menemukan makna hidup yang sesungguhnya. Tetapi cerita tidak berhenti pada momen kita diselamatkan. Selanjutnya kita harus terus hidup sesuai dengan cara-Nya agar dapat menemukan panggilan-Nya, yaitu sebuah pekerjaan khusus yang telah Tuhan persiapkan sebelumnya.

KITA ADA DALAM RENCANA-NYA

Dalam kemahatahuan-Nya, Tuhan telah mengetahui jalan hidup kita dari awal sampai akhir. Dia bekerja dalam segala sesuatu dengan perhitungan dan perencanaan sempurna. Dia menetapkan setiap kita untuk lahir pada era dan tahun tertentu, dalam keluarga tertentu, menjadi bangsa tertentu, dan memberikan berbagai ciri khas yang menjadi karakteristik kita. Semua ada tujuan dan alasannya, bukan acak dan kebetulan. Anda dan saya sedang berada dalam satu bagian dari keseluruhan rencana Tuhan atas dunia. Kita dipanggil untuk berperan secara spesifik sesuai dengan penempatan waktu-Nya dan selaras dengan keunikan yang dianugerahkan-Nya pada setiap kita. Berkaitan dengan hal ini, Lukas menulis dalam Kisah Para Rasul tentang raja Daud: “Sebab Daud melakukan kehendak Allah PADA ZAMANNYA, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya…”. (Kisah 13:36)

Pada mulanya Daud tak berbeda dengan kebanyakan orang Israel pada masa itu. Ia bukan orang terkenal. Ia hanyalah satu di antara ribuan rakyat. Anak bungsu yang tak terlalu diperhitungkan, bahkan oleh orang tuanya sendiri. Daud punya alasan untuk merasa tertolak, minder, atau memberontak. Tetapi Daud lebih memilih untuk membangun hubungan dengan Penciptanya. Ini berlanjut hingga ia menjadi raja. Dalam keberhasilan maupun kegagalannya, Daud memilih untuk selalu dekat dengan Tuhan. Hasilnya adalah seperti yang ditulis oleh Lukas:  Daud melakukan kehendak Allah PADA ZAMANNYA. Bahkan kehidupan Daud menjadi standar bagi raja-raja setelah dia. “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.” (2 Taw 29:2)   Kita dapat menjumpai ayat-ayat serupa pada perikop tentang pemerintahan para raja Israel dan Yehuda dalam Alkitab.

Selain Daud, Alkitab juga mengisahkan karya Tuhan melalui Nuh, Abraham, Musa, Yakub, Yusuf, Elia, Elisa, Gideon, Ezra, Nehemia, Ester, Petrus, Paulus, dan masih banyak lagi. Mereka adalah anggota masyarakat dengan berbagai profesi dan latar belakang. Mereka bukan orang sempurna. Mereka punya kekurangan dan kelemahan sama seperti kita, tetapi mereka bergaul dengan Tuhan dan bersedia diproses oleh Tuhan. Mereka menyambut panggilan Tuhan lalu mendedikasikan diri dan berkomitmen untuk hidup di dalamnya, meski untuk itu mereka harus melepaskan mimpi mereka sendiri. Tuhan memakai mereka untuk melakukan hal-hal besar melampaui eksistensi mereka. Saya yakin bahwa mereka adalah orang-orang yang tiba pada garis akhir hidup mereka dengan puas. Bukan karena mereka jadi orang berpengaruh, kaya, terkenal, atau berkuasa, tetapi karena hati nurani mereka memberi kesaksian bahwa mereka telah hidup sesuai dengan kehendak Allah. Mereka adalah orang-orang yang melakukan kehendak Allah pada zamannya.

RENUNGAN: HAK ISTIMEWA DARI SORGA

Tuhan membekali semua manusia dengan berbagai potensi, namun yang membedakan kita dengan orang-orang di luar Kristus adalah setiap potensi itu harus kita pakai sesuai kehendak Tuhan. Bukan untuk menuntaskan ambisi kita, tetapi untuk mengerjakan panggilan-Nya. Bukan untuk kepuasan kita, tetapi untuk menyenangkan hati Tuhan. Bukan untuk kebanggaan kita, tetapi untuk kemuliaan nama Tuhan. Bukan menurut apa yang kita pandang baik, tetapi harus sesuai dengan firman Tuhan. Bukan demi kepentingan diri sendiri tetapi untuk membawa sebanyak mungkin orang kepada Kristus.

Pernyataan-pernyataan di atas terasa idealis dan teoritis, tetapi itulah yang seharusnya kita jalankan dan perjuangkan. Kita harus tekun dan bersabar dalam penderitaan, berserah terus-menerus, merendahkan hati, menundukkan diri dan belajar taat terhadap keputusan-keputusan Tuhan, serta meninggalkan hal-hal yang kita sukai tetapi tidak berkenan di hati Tuhan. Bagi sebagian orang, itu bisa berarti melepaskan impian dan cita-cita. Ini jalur yang tidak populer dan tidak nyaman bagi kedagingan. Sebagian orang Kristen menghindarinya, ada pula yang menyerah dan mundur di tengah jalan lalu berbelok menuruti kemauannya sendiri. Sungguh sangat disayangkan, sebab menghindari atau tidak menyelesaikan panggilan Tuhan sama artinya dengan melepaskan kesempatan untuk memperoleh mutiara kehidupan yang tak ternilai di depan sana.

Saat ini di manapun posisi kita dalam perjalanan bersama Kristus, jangan lelah untuk menyangkal diri dan memikul salib dalam menjalani panggilan Tuhan. Mari kuatkan hati untuk berjalan sampai akhir sambil terus berpegang pada janji Tuhan. Roh Kudus pasti menolong, menghibur, dan menuntun kita pada seluruh kebenaran (Yoh 16:13-14) sehingga setiap keputusan kita dalam hidup ini bisa selaras dengan keputusan Tuhan. Semakin kita taat dan tekun berjalan sesuai arahan Roh Kudus, maka potensi yang telah ditanamkan Tuhan sejak kita masih bakal anak akan bermunculan dan semakin berkembang. Bahkan Tuhan akan menambahkan talenta-talenta baru seiring dengan peningkatan tanggung jawab dan selaras dengan sejauh mana kita bisa dipercaya oleh Tuhan.

Kelak saat kita melihat ke tahun-tahun yang telah kita jalani, kita akan tertegun saat menyaksikan betapa ajaib karya Allah dalam hidup kita. Mungkin kita tak semakmur saudara kita, tidak berkedudukan setinggi teman kita, dan tidak sesukses orang lain menurut ukuran dunia. Tetapi “anehnya” jiwa dan hati kita berlimpah dengan kepuasan dan kebahagiaan. Sebuah kepuasan dan kebahagiaan yang tak bisa diukur dengan takaran dunia sebab memang bukan datang dari dunia. Itu adalah kepuasan dan kebahagiaan sejati yang bersumber dari Roh Kudus karena kita telah hidup dalam panggilan-Nya. Betapa berharganya… Betapa terhormatnya… Bahwa di dalam hidup yang hanya sekejap mata di dunia yang fana ini, kita – yang sesungguhnya tak layak – diberi privilege untuk bekerja di ladang Allah. Pada akhirnya kita bukan “hanya” menjadi orang Kristen yang diselamatkan, tetapi juga membawa orang lain menerima keselamatan dan bahkan membuat mereka menemukan panggilan mereka melalui setiap potensi hidup kita. Alangkah spesialnya Anda dan saya. Itulah makna diri dan hidup kita yang sesungguhnya.

Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin. (Ibrani 13:20-21)

 

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English: YOU ARE PRECIOUS MORE THAN YOU HAVE KNOWN

Photo Credit: Google Images

Edit with: pixlr app

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 497 other followers

Archives

%d bloggers like this: