Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

PERSEPULUHAN


persepuluhan

Setiap orang percaya pasti ingin menyenangkan hati Tuhan dan hidup dalam semua penggenapan janji-Nya. Sebagian dari kita berdoa, berpuasa, dan melayani Tuhan dengan harapan supaya diberkati. Itu tidak salah karena Tuhan memang berjanji dan rindu memberi berkat pada anak-anak-Nya. Tetapi di sisi lain ada hal-hal tertentu yang “harus kita lakukan terlebih dahulu” sebelum semua janji Allah digenapi secara utuh dalam hidup kita. Salah satunya adalah “memberi” persepuluhan.

 

MENGAKUI KEBESARAN DAN PERBUATAN TUHAN

Dalam sebuah pertempuran di Kejadian 14, Sodom dan beberapa negara sekutunya ditaklukkan oleh raja Kedorlaomer. Mereka merampas segala harta kekayaan Sodom dan Gomora, termasuk Lot dan semua harta bendanya. Mendengar saudaranya tertawan, maka Abraham beserta orang-orangnya yang terlatih mengejar dan akhirnya berhasil mengalahkan mereka. Abraham membawa pulang kembali Lot beserta berbagai harta benda rampasan perang.

Setelah Abraham kembali dengan penuh kemenangan dari pertempuran itu, Melkisedek menyongsong Abraham sambil membawa roti dan anggur. Lalu Melkisedek memberkati dia. Setelah itu dalam ayat 20 tertulis:“….Lalu Abram memberikan kepadanya SEPERSEPULUH DARI SEMUANYA.”

Abraham, bapa orang beriman, sang pemilik janji “Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat…..”  (Kejadian 22:18), memberi persepuluhan kepada Melkisedek setelah Melkisedek memberkatinya!

Siapakah Melkisedek hingga Abraham memberi persepuluhan kepadanya?

“Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi….. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.” (Ibrani 7:1-2)

Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik. Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka (Lewi), memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji. Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.” (Ibrani 7:4-7)

Abraham mengakui bahwa Melkisedek lebih besar dan lebih tinggi dari dirinya!

Sebagai orang percaya, memberi persepuluhan kepada Tuhan berarti mengakui kebesaran Tuhan dan mengakui bahwa semua berkat yang kita terima berasal dari Tuhan. Memberi persepuluhan berarti kita percaya bahwa Allah, Jehovah Jireh, sanggup memelihara dan memenuhi segala keperluan kita.

 

MILIK TUHAN

“Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, ADALAH MILIK TUHAN; itulah persembahan kudus bagi Tuhan.” (Imamat 27:30)

Sesungguhnya saat membawa persepuluhan ke rumah Tuhan, kita tidak sedang “memberi”persembahan tetapi “mengembalikan” apa yang memang menjadi milik Tuhan. Tetapi saya tetap memakai kata “memberi” karena Tuhan tidak akan merampas dari kita. Walau itu sebuah keharusan untuk dilakukan, namun Tuhan ingin kita melakukannya bukan karena paksaan, melainkan dengan penuh sukacita dan kasih kepada-Nya.

Persepuluhan adalah milik Tuhan, hak Tuhan. Itu bukan “kalau kita bisa” atau “kalau kita mau” atau “kalau kita sanggup”, tetapi “KITA HARUS”! Dalam keadaan kelimpahan ataupun kekurangan, kita harus membawa persepuluhan kepada Tuhan.

 

PERSEPULUHAN ADALAH PERSEPULUHAN

“Haruslah engkau BENAR-BENAR mempersembahkan SEPERSEPULUH dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun.” (Ulangan 14:22)

Persepuluhan bukanlah persembahan sukarela yang semampu dan semau kita. Persepuluhan adalah persepuluhan, tidak boleh dikurangi. Tuhan tidak melihat besar atau kecilnya nominalnya, tetapi Tuhan melihat apakah jumlah itu benar-benar sepersepuluh dari penghasilan kita.

Sebagian orang Kristen yang berlimpah secara materi berpikir bahwa sepersepuluh dari penghasilan mereka adalah jumlah yang terlampau besar. Kemudian mereka mengurangi sejumlah tertentu dan beranggapan bahwa itu tidak apa-apa karena setelah dikurangi pun jumlahnya masih tetap sangat besar. Sebaliknya, mereka yang berkekurangan beranggapan bahwa tidak apa-apa jika mereka tidak memberi persepuluhan.

Firman Tuhan berbicara sangat keras tentang orang-orang yang tidak memberikan persepuluhan dengan benar.

Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!  (Maleakhi 3:8)

Orang yang tidak melakukan atau tidak seutuhnya mengembalikan persepuluhan disebut sebagai penipu dan perampok yang mengambil apa yang menjadi milik Tuhan.

 

DUA JANJI

“Penghasilan saya sedikit dan tidak cukup. Bila saya masih harus menyisihkan untuk persepuluhan, bagaimana saya bisa memenuhi semua kebutuhan saya ?” Sebagian anak Tuhan yang sedang berada dalam persoalan finansial berpikir seperti itu. Secara perhitungan matematika itu benar dan logis, tetapi kita tidak hidup berdasar standar dunia. Kita hidup di dalam hukum Kerajaan Allah yang supranatural, jauh mengatasi segala logika manusia.

Kita percaya bahwa Tuhan bukan Allah egois yang menuntut kita melakukan perintah-Nya tanpa peduli keadaan kita. Tuhan bukan pemeras dan bukan peminta-minta. Tuhan adalah pemilik seluruh jagad raya dan segala isinya, termasuk nafas hidup kita. Tuhan tidak butuh uang kita. Lalu untuk apa Tuhan meminta kita memberi persepuluhan?

 

PERSEPULUHAN MEMBUKA PINTU BERKAT

“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” (Maleakhi 3:10)

Ada kuasa dalam ketaatan. Saat kita bergerak melakukan firman Tuhan maka kuasa firman akan bekerja secara ajaib dan membuat janji Allah menjadi riil dalam hidup kita.

Berdasar Maleakhi 3:10, bila kita membawa persepuluhan ke rumah Tuhan, maka Tuhan akan membuka tingkap langit dan mencurahkan berkat-Nya hingga kita berkelimpahan.

Bila Anda telah sangat kaya raya, Allah sanggup memberkati Anda lebih lagi. Dan bila Anda masih dalam keadaan yang pas-pasan atau bahkan berkekurangan, jangan kuatir keuangan Anda akan semakin terpuruk bila Anda memberi persepuluhan.

Kita tidak akan menjadi lebih kaya raya karena “memotong jumlah persepuluhan”, dan kita juga tidak akan menjadi lebih miskin karena “memotong jatah kita untuk memberi persepuluhan”.

Saya ingin memberi kesaksian kepada Anda. Bila dibandingkan dengan orang yang memiliki banyak harta benda, saya bukan orang kaya. Kehidupan saya tidak mewah menurut ukuran dunia. Ada situasi tertentu saya juga harus berhemat. Tetapi seberapapun yang saya terima, saya selalu memberi persepuluhan dengan sukacita dan syukur kepada Tuhan. Saya tidak menunda, tidak menawar, tetapi mengutamakannya. Setelah memberi persepuluhan barulah saya menggunakan sisanya untuk kebutuhan yang lain.

Hingga saat ini saya membuktikan bahwa saya tak pernah berkekurangan karena harus (maafkan saya karena harus menggunakan kalimat berikut ini) “memotong jatah saya sebanyak sepuluh persen” untuk memberi persepuluhan. Bahkan, dalam iman saya berani berkata bahwa saya kaya raya di dalam Kristus. Hidup saya bahagia. Tuhan selalu menolong saya dalam segala keadaan. Tuhan selalu menyediakan segala keperluan saya dengan ajaib dan selalu tepat waktu. Saya menikmati cinta dan pemeliharaan-Nya. Saya juga mensyukuri cara-Nya memakai saya untuk menjadi berkat. Janji Tuhan memang “Ya” dan “Amin”.

 

PROTEKSI BENIH

“Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai…..” (Kejadian 8:22)

“…..apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Galatia 6:7b)

Firman Tuhan melukiskan dengan sangat jelas bahwa hidup ini adalah menabur dan menuai. Seorang pelajar harus menabur melalui belajar dengan tekun untuk meraih kelulusan dengan nilai yang baik. Seorang marketing harus menabur melalui keramahan, presentasi produk, proposal, dll untuk menuai keyakinan konsumen. Seorang atlit harus menabur melalui latihan disiplin dan pantang menyerah untuk meraih kemenangan dalam pertandingan. Setiap aspek hidup ini adalah tentang menabur dan menuai. Demikian juga dalam hal keuangan dan persepuluhan.

Tuhan telah menyediakan benih bagi kita: “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu” (2 Korintus 9:10)

Tugas kita adalah menaburkan benih yang telah disediakan-Nya. Tetapi antara menabur dan menuai ada masa untuk menunggu. Itu adalah rentang waktu yang krusial yang akan menentukan hasil tuaian kita, sebab ada belalang pelahap yang bisa memakan dan merusak benih yang kita taburkan sehingga pada akhirnya habis dan tak menghasilkan apa-apa. Tetapi Tuhan memberi janji-Nya:

“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan….. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.” (Maleakhi 3:10-11)

Bila kita membawa persepuluhan kita dengan taat, Tuhan berjanji memberi perlindungan/proteksi bagi benih yang kita tabur di tanah kehidupan kita sehingga bisa bertumbuh dan menghasilkan buah.

Sekarang mari kita melihat kehidupan kita bersama-sama. Bila ada hal-hal tertentu yang telah kita usahakan dengan maksimal, tetapi selalu dan selalu gagal atau tidak memberi hasil seperti yang seharusnya, mungkin saja ada belalang pelahap yang merusak dan memakan benih kita. Apakah ada ketidaktaatan yang kita lakukan, khususnya tentang persepuluhan?? Mari berdoa dan mengijinkan Roh Kudus menunjukkan hal itu kepada kita dan segera bertobat.

Dari dua poin di atas, kita tahu bahwa memberi persepuluhan bukanlah untuk memenuhi kebutuhan Tuhan tetapi demi kepentingan diri kita sendiri.

 

SEMUA HARUS

Tuhan memberi hak kepada bani Lewi untuk menerima persepuluhan dari umat Israel seperti yang tertulis dalam Bilangan 18:21. Tetapi firman Tuhan juga berkata bahwa bani Lewi pun harus memberi persepuluhan.

“Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan.” (Ibrani 7:9)

Bila Abraham, bapa orang beriman, mempersembahkan persepuluhan, maka tak ada satupun alasan bagi kita untuk tidak memberi persepuluhan. Siapapun dan apapun profesi kita (fulltimer gereja, penginjil, pegawai, wirausahawan, dll) SEMUA HARUS membawa persepuluhan kepada Tuhan.

 

KETAATAN DAN HATI YANG MURNI

Tidak memberi persepuluhan sama dengan menutup pintu berkat dan membuka pintu bagi belalang pelahap untuk merusak benih dan menggagalkan tuaian kita.

Tuhan menjanjikan berkat dan perlindungan bagi orang yang taat memberi persepuluhan. Percaya dan berharaplah pada janji itu. Tuhan senang bila kita mengerti firman-Nya kemudian menanti-nantikan Dia. Tetapi janganlah memberi persepuluhan hanya dengan motivasi mengejar berkat-Nya. Firman Tuhan tidak berkata “Nantikanlah berkat-Nya” tetapi “Nantikanlah Tuhan”.

Bila kita memberi persepuluhan hanya karena menantikan berkat-Nya, maka kita akan menjadi orang yang hitung-hitungan dengan Tuhan. Kita akan kehilangan kasih dan kemurnian iman kita.

Saat ini ijinkan saya mengingatkan Anda untuk sesuatu yang saya yakin sebenarnya kita semua sudah tahu, bahwa persepuluhan adalah hak Tuhan dan harus kita bawa seutuhnya kepada Tuhan.

Ada dua pemahaman/pengajaran tentang ke mana kita harus membawa persepuluhan. Sebagian gereja mengajarkan bahwa persepuluhan harus dibawa ke gereja, sebagian lagi mengijinkan untuk memberi persepuluhan secara langsung kepada orang yang membutuhkan. Kita tidak perlu memperdebatkan hal ini. Taati saja pemimpin gereja di mana kita berjemaat, tertanam, dan bertumbuh. “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.” (Ibrani 13:17a). Maka Roh Kudus akan memimpin kita pada seluruh kebenaran.

Pembaca terkasih, ijinkan sekali lagi saya mengingatkan di dalam kasih Kristus:

Segala pencapaian kita bukanlah semata-mata jerih payah kita, melainkan berkat dan pemberian dari Sorga. Karena itu persembahkanlah persepuluhan kita dengan setia. Jangan mengurangi jumlahnya sebab persepuluhan adalah milik Tuhan. Bawalah persepuluhan kita dengan penuh syukur dan bersukacita “…sebab ALLAH MENGASIHI ORANG YANG MEMBERI DENGAN SUKACITA. (2 Korintus 9:7b)

Lakukan semua di dalam kasih dan ketaatan kita kepada Allah. Janji-Nya pasti menjadi nyata bagi siapa saja yang taat kepada-Nya, sehingga kita bisa menikmati sebuah kehidupan yang maksimal di dalam Dia.

 

Amin

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English “THE TITHE”

Photo credit: Google images (edit with pixlr app)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,424 other followers

Archives

%d bloggers like this: