Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

KUASA PENGAMPUNAN


KUASA PENGAMPUNAN

Pengampunan adalah pengorbanan yang mengandung anugerah pembebasan yang besar.

Pengampunan bisa menyambung kembali tali kasih yang putus, memperbaiki hubungan yang rusak, bahkan sanggup membebaskan seseorang dari hukuman mati!  (Sella Irene – Beautiful Words)

 

Semua orang tahu bahwa mengampuni adalah sifat mulia. Lebih dari itu, sebagai pengikut Kristus kita mengerti bahwa mengampuni sangat berkenan dan menyenangkan hati Allah. Tuhan berfirman agar kita membalas kejahatan dengan kebaikan, serta mengasihi dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita. Kita harus mengampuni bahkan hingga tujuh puluh kali tujuh kali (Matius 18:21-22). Karena kita mengetahui bahwa mengampuni merupakan kehendak dan perintah Allah, apakah lantas menjadi mudah melakukannya? Sama sekali tidak!

Saya diberkati saat membaca pengalaman seorang teman, Karina, yang ditulis dalam “They could find no charge”. Ketika difitnah dan harus menjalani investigasi untuk sebuah tuduhan yang tak pernah dilakukan, saya tahu pasti bahwa sesungguhnya Karina punya kekuatan dan kesempatan untuk membalas dan berbalik menuntut demi memperoleh keadilan. Tetapi hal yang menginspirasi saya adalah dia tidak menggunakan kekuatan itu. Dia memilih untuk mengampuni dan menyerahkan segalanya pada Tuhan. Mengampuni itu sama seperti seseorang yang dengan sengaja tidak menggunakan tangannya untuk balas memukul saat dipukul. Dan itu tidak mudah!

Pergumulan dalam mengampuni adalah hal nyata dalam hidup sehari-hari. Tak  seorangpun kebal terhadap rasa marah, kecewa, dan tersakiti. Sengaja atau tidak, kadang seseorang melukai dan merugikan kita. Walau banyak orang tahu bahwa mengampuni adalah sebuah keharusan, namun sulit untuk dilakukan. Justru karena itulah pengampunan mahal harganya! TIADA YANG BISA melakukannya KECUALI DIMAMPUKAN oleh kekuatan yang melampaui dirinya: KASIH.

 

KASIH MEMBAWA PENGAMPUNAN

Bapa mengorbankan Putra Tunggal-Nya untuk mati bagi kita. Mengapa Tuhan mau dan mampu melakukannya? Karena Ia adalah Kasih. Tuhan bukan memiliki kasih, tetapi Tuhan adalah KASIH itu sendiri! Kita tak akan bisa mengampuni jika kasih (Tuhan) tidak menguasai hidup kita, sebab pengampunan sejati selalu didasari dan digerakkan oleh kasih.

Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. (1 Petrus 4:8)

Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.  (Amsal 10:12)

Mengampuni adalah salah satu bentuk nyata kasih Allah. Roh Kudus telah mencurahkan kasih Allah dalam hati kita. Maka sama seperti kita menerima kasih karunia pengampunan dari Allah, kita pun harus memberikan belas kasih dan kemurahan pada orang-orang yang bersalah pada kita.

 

MENGAMPUNI ADALAH REFLEKSI KERENDAHAN HATI

Demi kita Tuhan Yesus meninggalkan Sorga tempat Ia bertahta sebagai Raja di atas segala raja dengan segala kebesaran-Nya. Dia turun ke dunia sebagai hamba. Sebagai ganti sujud dan hormat yang selalu dipersembahkan oleh para malaikat, Dia menerima hinaan dan siksaan dari para penyalib-Nya . Sebagai ganti kemuliaan dan keagungan, Dia dijadikan tontonan dan dipermalukan. Firman Tuhan berkata bahwa untuk sesaat Yesus dibuat sedikit lebih rendah dari para malaikat (Ibrani 2:9). Semua itu rela ditanggung-Nya demi menebus dosa-dosa kita. Itulah kerendahan hati.

Tanpa kerendahan hati kita tak akan bisa mengampuni. Rendah hati berarti tidak mempertahankan posisi/kedudukan kita dan juga tidak menuntut orang lain untuk mengakui “siapa” kita. Orang yang rendah hati tidak meminta dihormati dan dihargai, tetapi justru mengutamakan orang lain dibanding dirinya sendiri. Dalam Matius 11:29  Tuhan Yesus berkata, “…..belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati…..”. Mari belajar dari Tuhan Yesus yang merendahkan diri-Nya untuk memberi pengampunan bagi kita. Biarlah kita juga merendahkan hati kita untuk mengampuni sesama kita.

 

PENGAMPUNAN MEMBAWA PEMBEBASAN

Di Matius 18:21-35, ada seorang hamba yang seharusnya dihukum karena tak mampu melunasi hutang 10 ribu talenta. Oleh belas kasihan raja ia dibebaskan dan hutangnya dihapuskan. Setelah dibebaskan, ia berjumpa dengan temannya yang tak sanggup membayar hutang sebesar 100 dinar padanya. Temannya memohon belas kasihan padanya tetapi dia justru memasukkan temannya dalam penjara.

Hamba itu telah menerima pengampunan atas hutang besar yang tak akan pernah mampu dibayarnya, tetapi dia tidak mau memberi pengampunan pada orang yang berhutang padanya dengan jumlah jauh lebih kecil dibanding hutangnya pada raja. Akhirnya sang raja murka dan menghukum dia sampai ia mampu melunasi seluruh hutangnya.

Mengampuni bukan hanya membebaskan orang lain dari “hutangnya” pada kita, tetapi mengampuni juga berarti membebaskan diri kita sendiri. Meski kita telah ditebus dari dosa dan maut, namun kita selalu memerlukan pengampunan dari Tuhan karena dalam hidup sehari-hari kita masih bisa jatuh dalam dosa. Bila kita mau diampuni oleh Tuhan, kita pun harus bersedia mengampuni sesama kita.

 

PENGAMPUNAN ADALAH PINTU MENUJU MUJIZAT

Dalam Markus 11:20-26 Tuhan Yesus mengajar murid-murid-Nya tentang doa, bahwa kita memiliki kuasa memindahkan gunung jika kita percaya (ayat 24). Tetapi ada hal penting yang harus kita lakukan terlebih dahulu sebelum berdoa: “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” [Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.] (Markus 11:25-26)

Kebencian, kemarahan, dendam, kepahitan, dan semua perasaan negatif yang kita simpan adalah dosa. Dosa adalah penghalang jawaban doa! Oleh sebab itu Tuhan mau agar kita mengampuni. Bukan semata-mata demi orang yang bersalah pada kita, tetapi sesungguhnya demi diri kita sendiri! Kita tak akan bisa menyembah Tuhan dan beriman dengan bulat/penuh jika kita menyimpan kebencian atau kemarahan pada seseorang, sebab hanya orang yang bersih dan suci hatinya yang akan melihat Allah (Mazmur 24:3-4 dan Matius 11:8).

Tidak bersedia mengampuni adalah sama seperti meletakkan penghalang antara kita dengan Tuhan, yang berarti menghalangi jawaban doa yang kita harapkan. Jika kita mengharapkan mujizat dari Tuhan, maka kita harus mengampuni.

 

PENGAMPUNAN MENYINGKIRKAN KEGELAPAN

“Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.” (1 Yohanes 2:11)

Kebencian bagaikan kegelapan yang membutakan mata rohani kita. Kebencian membuat kita tak bisa mendengar suara Tuhan, tak bisa menangkap firman-Nya. Membenci sama artinya dengan menempatkan diri kita dalam kegelapan. Lepaskanlah pengampunan seperti yang Tuhan perintahkan, maka mata rohani kita akan terbuka kembali karena firman Tuhan adalah pelita yang menerangi jalan kita.

 

MENGAMPUNI BERARTI MELEPASKAN HAK

Beberapa tahun lalu di kantor tempat saya bekerja terjadi insiden yang menyebabkan kerusakan peralatan elektronik karena kelalaian seseorang. Pelakunya tidak bisa diketahui karena posisinya tidak terjangkau CCTV. Beberapa bulan kemudian salah satu pemimpin menegur saya karena seseorang mengatakan bahwa saya pelakunya. Yang membuat saya kecewa, pemfitnah itu adalah teman yang saya kenal dengan baik. Dia seorang yang sangat giat dan aktif melayani Tuhan. Sebenarnya saya ingin menemui dan mengkonfrontasi tuduhannya yang tidak benar, namun entah dengan alasan apa pemimpin saya tidak mengijinkan. Setelah peristiwa itu sulit bagi saya untuk menikmati hadirat Tuhan bila orang tersebut yang melayani dalam ibadah. Kemudian saya menyadari bahwa jika saya terus seperti itu, maka saya yang akan rugi. Saya tak bisa berdoa, tak bisa bersukacita, dan selalu dipenuhi kebencian terhadap dia. Akhirnya saya putuskan untuk mengampuni dan merelakan apa yang sudah dia lakukan terhadap saya. Biarlah, yang penting Tuhan tahu saya tidak melakukan seperti yang dituduhkannya. Setelah memutuskan untuk mengampuni, saya kembali bisa berdoa dan bahkan berteman dengan dia tanpa menuntut penjelasan apapun darinya.

“Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.” (Imamat 19:18)

Pengampunan memerlukan kerelaan kita untuk melepaskan hak. Hak menuntut balas, hak meminta keadilan, hak membela diri, dsb. Melepaskan hak bukanlah perkara gampang karena menyangkut ego kita. Tapi ketika kita rela melakukannya, sesungguhnya saat itu kita sedang mengijinkan Tuhan mengikis kedagingan kita dan membawa kita pada tingkat kedewasaan rohani yang lebih tinggi.

 

PENGAMPUNAN MEMBAWA KELEGAAN DAN SUKACITA

Sebagai manusia adalah normal bila kita tidak bisa menerima dengan gampang ketika dirugikan atau disakiti dalam bentuk apapun. Kita ingin membalas agar orang tersebut turut merasakan apa yang kita rasakan. Tetapi mengampuni mengharuskan kita melepaskan “perasaan” itu. Banyak dari kita tak bisa mengampuni karena tidak rela membebaskan musuh kita dari “hukuman” kita. Padahal yang terjadi justru sebaliknya! Saat kita tidak mau mengampuni justru kita sendiri yang menderita. Pikiran dan perasaan kita bergejolak bahkan tak jarang kesehatan kita menjadi terganggu. Sementara itu orang yang kita anggap bersalah justru baik-baik saja dan bahkan mungkin tak menyadari kesalahannya.

Di satu sisi mengampuni seakan-akan menguntungkan orang lain dan merugikan kita. Tetapi di sisi lain, sesungguhnya pengampunan membawa kelegaan dan sukacita bagi diri kita sendiri. Dengan mengampuni maka kita terbebas dari beban dan belenggu kebencian, kemarahan, kekecewaan, kepahitan, dendam, dan luka batin. Mengampuni membawa kelegaan bagi hati dan pikiran kita sehingga kita bisa bersukacita kembali. Bahkan dalam banyak kesaksian yang saya dengar, pengampunan membawa mujizat kesembuhan jasmani!

 

MENGAMPUNI BERARTI MENGASIHI ALLAH

Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. (1 Yohanes 4:20)

Kita sering berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, namun disaat yang sama kita membenci saudara kita. Firman Tuhan menegaskan bahwa kita tak mungkin mengasihi Tuhan jika di dalam hati kita ada kebencian. Dengan kata lain, jika kita benar-benar mengasihi Tuhan, maka kita kita tak akan bertahan dalam kebencian. Kita pasti mau mengampuni dan bahkan dengan kekuatan dari Tuhan kita bisa mengasihi musuh.

 

MENGAMPUNI BERARTI PERCAYA DAN BERSERAH PADA TUHAN

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. (Roma 12:19)

Tuhan adalah Allah yang adil dan Dia adalah Pembela kita. Mengampuni berarti mengakui kuasa Allah bahwa Dia sanggup membela kita. Mengampuni berarti percaya bahwa Tuhan pasti akan bertindak dan kita merasa aman berada dalam perlindungan-Nya. Tapi bagaimana kita bisa menyerahkan diri padanya bila tak mengenal-Nya? Sebab itu kita harus membangun mezbah doa setiap hari dan memiliki persekutuan yang intim dengan Roh Kudus. Terus membaca firman Tuhan agar iman kita bertumbuh sebab tanpa iman tak mungkin kita bisa berserah pada-Nya. Kemampuan kita untuk mengampuni akan berjalan seiring dengan kedewasaan rohani dan pertumbuhan iman kita. Sebaliknya, jika kita menolak untuk mengampuni maka pertumbuhan rohani dan iman kita akan terhambat.

 

MENGAMPUNI ADALAH URUSAN PRIBADI DENGAN TUHAN

Tidak ada pengecualian dalam pengampunan. Perkara besar atau kecil, kemarahan biasa atau luka yang dalam, kejahatan kecil atau pengkhianatan besar, posisi dan status kita sebagai anak Allah mengharuskan kita untuk bersedia mengampuni. (Sella Irene – Beautiful Words)

Mengampuni adalah sifat Allah. Jika Roh Allah ada dalam kita, maka kita juga pasti memiliki hati yang bersedia dan bisa mengampuni. Memang tidak instan dan tidak otomatis karena pengampunan menyangkut hati dan perasaan. Setiap orang perlu waktu yang berbeda-beda untuk bisa mengatasinya. Semua tergantung sejauh mana kita merelakan hati kita diproses oleh Tuhan.

Saya akui kadang kita tidak bisa menerima mengapa orang yang menyakiti dan merugikan kita seakan hidupnya baik-baik saja, sementara kita harus menanggung penderitaan karena ulahnya. Tetapi di dalam pengampunan Tuhan tidak berurusan dengan hati orang lain. Tuhan sedang berurusan dengan hati kita. Hati orang lain adalah urusannya sendiri dengan Tuhan.

“Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.” (Yeremia 17:10)

“…Engkau pun kiranya mendengar dari sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan kiranya Engkau mengampuni, dan membalas kepada setiap orang sesuai dengan segala perbuatannya, karena Engkau mengenal hatinya — sebab Engkau sajalah yang mengenal hati anak-anak manusia, — ” (Tawarikh 6:30 TB)

Apapun masalahnya, siapapun yang bersalah, siapapun yang terluka, mengampuni adalah urusan pribadi setiap orang dengan Tuhan.

 

TUHAN YANG MEMAMPUKAN

Tuhan bukan Allah yang memberi perintah pada anak-anakNya tanpa memberi kemampuan untuk melaksanakan perintah-Nya. Jika Tuhan memerintahkan kita untuk mengampuni berarti Dia telah menyediakan segala yang kita perlukan untuk melakukannya. Tuhan memberikan kekuatan, kasih, kesabaran, sukacita, penghiburan, damai sejahtera, serta pertolongan dan pembelaan-Nya yang sempurna. Ada berkat dalam pengampunan.

Mengampuni tidak mudah tetapi bukan tidak mungkin. Kuncinya adalah kita harus mau bekerja sama dengan Allah sebab tiada yang mustahil bagi Allah dan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Allah adalah kasih dan kasih Allah tak pernah gagal. Kita harus tinggal dalam kasih-Nya dan dipenuhi oleh kasih-Nya dengan cara selalu melakukan firman-Nya.

“Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.”  (1 Yohanes 2:5)

Saat ini saya mengajak Anda untuk bersama-sama membuat komitmen untuk senantiasa melakukan firman Allah. Dengan demikian kuasa kasih Allah akan bekerja dalam kita sehingga kita bisa mengampuni.

Marilah kita selalu membuka hati dan mengijinkan Roh Kudus untuk mengkoreksi, membentuk, dan mengubah kita menjadi pribadi yang lemah lembut dan taat. Mengampuni memang menyakitkan bagi kedagingan kita. Tetapi bila kita bersedia taat dan berserah maka kita akan menjadi semakin indah dan serupa dengan Kristus, Penebus kita.

Mengampuni adalah proses yang memerlukan waktu dan pengorbanan. Tetapi di akhir segala proses menyakitkan yang kita alami, kita sendirilah yang akan memetik hasilnya, menerima berkatnya, dan menikmati hidup dalam kemuliaan-Nya. (Sella Irene – Beautiful Words)

 

AMIN

 

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Uploaded in English: “The Power of Forgiveness”

Image source: Google Images (edit with Pixlr App)

Advertisements

2 comments on “KUASA PENGAMPUNAN

  1. Sandra Clarita
    September 26, 2016

    Dgn posisi dan kedudukannya meimei punya kekuatan super besar buat kick them back. And let me tell you, you have to trust me meimei could break them down until they end.. But by her gentle love as God’s child she chose to let her down to earth humble herself and open her brave heart to not just accept them but also forgive them. What a difficult thing to do. I personally learn so hard to do the same way.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,424 other followers

Archives

%d bloggers like this: