Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

JANGAN BERGESER


JANGAN BERGESER

Di dunia modern ini, nyaris tak ada yang tak pernah mendengar nama Salomo. Meski dia hidup berabad-abad lampau, hingga detik ini orang masih membahas tentang dirinya. Hikmatnya, kekayaannya, kekuasaannya, kharismanya, bahkan jumlah istri dan gundiknya. Pada jaman kejayaannya, Salomo bukan hanya terkenal di kalangan rakyatnya, namun kehebatannya juga diakui hingga ke manca negara.

Salomo memiliki kehidupan yang didambakan banyak orang: punya kedudukan, kekuasaan, bijaksana, terkenal, dihormati, dikagumi, kaya raya. Salomo adalah contoh pencapaian tertinggi seorang manusia. Tuhan berjanji pada Salomo, bahwa sebelum dia tak ada yang seperti dia, dan sesudah dia takkan ada yang melebihi dirinya.

“…….sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.” (1 Raja-raja 3:12)

“…….selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.” (2 Tawarikh 1:12)

Sampai titik ini semua berjalan dengan baik, sampai kemudian Salomo melakukan ketidaktaatan demi ketidaktaatan, yang mencapai puncaknya dalam 1 Raja-Raja 11:4  “Sebab pada waktu Salomo SUDAH TUA, isteri-isterinya itu MENCONDONGKAN HATINYA kepada allah-allah lain, sehingga ia TIDAK DENGAN SEPENUH HATI BERPAUT TUHAN, Allahnya, SEPERTI DAUD, ayahnya.”

 

SUDAH TUA

Dalam usia yang SUDAH TUA, Salomo telah memiliki, menikmati, dan meraih segalanya. Sebagai manusia, segala kebutuhan Salomo akan penerimaan, pengakuan, dan penghargaan, telah terpenuhi. Bahkan, tugas utama yang diberikan Tuhan untuk mendirikan bait Allah yang megah sudah tuntas dikerjakannya. Apalagi yang mesti dikejar?? Tidak ada!

“SUDAH TUA” yang akan kita bicarakan di sini bukanlah tentang umur seseorang, tetapi tentang sebuah kondisi seseorang yang merasa sudah “cukup” dengan segala jerih payah dan pencapaiannya. Merasa telah menyelesaikan tugas, sudah mengerjakan panggilan Tuhan, tak punya visi lagi, dan tidak lagi memiliki gairah untuk meraih dan memperjuangkan sesuatu yang lebih besar dan lebih tinggi! Semua dirasa cukup, aman, dan nyaman. Dengan kata lain, berada dalam zona nyaman.

Tentu ukuran zona nyaman berbeda-beda bagi tiap orang. Hal ini tidak semata-mata berbicara tentang kemakmuran, tetapi lebih kepada kondisi hati. Apapun itu, ini adalah zona yang berbahaya. Sudah bukan rahasia, bahwa bila manusia semakin terdesak, akan semakin bersemangat mencari Tuhan. Semakin merasa tak mampu, akan semakin bergantung pada Tuhan. Sebaliknya… saat terbuai dalam zona nyaman, jika tidak menjaga hati maka “api” dan semangat untuk berjuang akan semakin redup. Ujungnya, hasrat untuk mencari Tuhan dan ketergantungan pada Tuhan semakin berkurang.

 

KECONDONGAN HATI

Saat ketergantungan kita kepada Tuhan semakin berkurang, sesungguhnya tanpa kita sadari posisi hati kita telah bergeser pada yang lain. Mengapa? Karena manusia tak bisa mengabdi kepada dua tuan! Jika kita tidak lebih mencintai Tuhan, pasti kita lebih mencintai yang lain. Jika kita tidak sepenuhnya bergantung pada Tuhan, kita pasti bergantung pada yang lain. JIKA KITA TIDAK SUNGGUH-SUNGGUH MENCONDONGKAN HATI KEPADA TUHAN, MAKA CEPAT ATAU LAMBAT KITA AKAN CONDONG KEPADA YANG LAIN.

“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24) 

Lihatlah Salomo. Cintanya kepada istri-istrinya melebihi cintanya pada Tuhan, hingga akhirnya mereka bisa MENCONDONGKAN HATINYA kepada allah-allah lain. Padahal Tuhan sudah memperingatkan Salomo tentang hal itu: “Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka.” Tetapi Salomo tidak mentaati Tuhan sebab hatinya telah terpaut kepada mereka dengan cinta (baca 1 Raja-raja 11:1-2). Cintanya yang terlampau besar kepada mereka membuatnya tidak lagi sepenuh hati berpaut pada Tuhan. HATI SALOMO TELAH BERGESER!

 

BERPAUT PADA TUHAN

Agar hati kita tidak bergeser dari Tuhan, kita harus menjaga supaya selalu SEPENUH HATI BERPAUT kepada Tuhan dalam keadaan apapun. Hati yang berpaut pada Tuhan adalah hati yang TERIKAT ERAT-ERAT, MELEKAT DAN BERPEGANG KUAT-KUAT PADA TUHAN. TIDAK GOYAH, TIDAK BERUBAH, dan TIDAK BERGESER, oleh apapun!

Dalam 1 Raja-Raja 11:4 yang telah kita bahas di atas, standar SEPENUH HATI BERPAUT PADA TUHAN adalah SEPERTI DAUD. Bukan berarti Daud tidak pernah gagal atau tidak pernah jatuh dalam dosa, tetapi dalam segala keadaannya Daud tidak pernah mencondongkan hatinya kepada penyembahan berhala, yaitu Daud TIDAK MENEMPATKAN APAPUN DAN SIAPAPUN MELEBIHI KEDUDUKAN TUHAN DI DALAM HATINYA. Saat dalam kesesakan, dikejar-kejar musuh, maupun saat dielu-elukan dalam arak-arakan kemenangan, pandangan matanya senantiasa tertuju kepada Tuhan.

“Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” dan “Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.” (Mazmur 16:2,8)

 

Seperti Daud, kita harus menjaga hati untuk selalu sepenuhnya berpaut pada Tuhan. Jangan biarkan lembah kekelaman membuat kita tak bisa melihat Tuhan, tetapi juga jangan biarkan sorak sorai kemenangan mengalihkan perhatian kita dari Tuhan. Jangan biarkan kekurangan membuat kita kecewa dan meninggalkan Tuhan, tetapi juga jangan biarkan kelimpahan membuat kita merasa tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Tuhan.

Kita harus terus mencondongkan hati kepada Tuhan. Jangan bergeser sedikitpun. Jangan lelah dan jangan terbuai dalam zona nyaman karena Tuhan selalu menyediakan hal-hal besar bagi kita jika kita tidak berhenti mengikuti jejak-Nya. Tuhan harus menjadi satu-satunya pusat sukacita, kebanggaan, dan kepuasan melebihi apapun yang kita peroleh dan nikmati dalam dunia ini.

Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” (Mazmur 16:2)

Kiranya kekuatan dan kuasa dari persekutuan dengan ROH KUDUS menolong kita untuk selalu berjalan di jalan-Nya, hidup dalam rencana-Nya, untuk mengerjakan hal-hal luar biasa bersama-Nya sampai maranatha. Amin.

 

 

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English “DO NOT SHIFT”

Photo Credit (background text) : Google Images

 

 

 

Advertisements

One comment on “JANGAN BERGESER

  1. Pingback: DO NOT SHIFT | Beautiful Words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,425 other followers

Archives

%d bloggers like this: