Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

BILA SAATNYA TIBA


BILA SAATNYA TIBA

Hari masih pagi ketika sebuah kabar mengejutkan sampai ke telinga saya. Pendeta, guru, dan teladan saya, telah dipanggil pulang oleh Bapa di sorga semalam lalu, yaitu beberapa jam setelah melayani ibadah minggu. Beliau tak hanya meninggalkan keluarganya… tapi juga meninggalkan belasan ribu jemaat yang telah berpuluh tahun digembalakannya.

Rasanya tak dapat dipercaya… Beliau dipanggil pulang oleh Tuhan pada usia yang belum terlalu tua, di tengah-tengah visi dan misi besar yang sedang berjalan. Semangatnya, pengajarannya, hatinya, visi dan misinya…..terasa masih menyala-nyala. Bahkan kalimat demi kalimat yang beliau ucapkan masih menggema di relung hati saya.

Sehari sebelum saya menerima berita itu, saya mendengarkan rekaman khotbah beliau tentang buah yang matang dan siap dituai oleh Tuhan sang empunya tuaian, serta kesiapan kita saat dipanggil pulang oleh Tuhan. Beliau memberikan renungan yang dalam: Bila saat itu tiba, apakah kita akan mendapati diri kita telah MENYELESAIKAN pertandingan dengan baik dan mencapai garis akhir??

APAKAH MENYELESAIKAN PERTANDINGAN DAN MENCAPAI GARIS AKHIR SAMA DENGAN KEMATIAN ??

Rasul Paulus pernah menulis pada Timotius dalam suratnya yang terakhir: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7) Dalam konteks ini, jelas yang dimaksud dengan menyelesaikan pertandingan dan mencapai garis akhir bukanlah kematian, sebab saat menulis surat itu Paulus masih hidup.

Bagaimana seorang yang masih hidup bisa berkata bahwa dia TELAH mengakhiri pertandingan dengan baik dan TELAH mencapai garis akhir? Bahkan dengan yakin rasul Paulus berkata: “SEKARANG (dalam keadaan dia masih hidup) TELAH tersedia bagiku mahkota kebenaran yang AKAN dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya….” (2 Timotius 4:8)

Bukan hanya Paulus, Yakub pun mengetahui ketika “saatnya” hampir tiba: Kemudian berkatalah Israel kepada Yusuf: “Tidak lama lagi aku akan mati, tetapi Allah akan menyertai kamu dan membawa kamu kembali ke negeri nenek moyangmu.” (Kejadian 48:21) Kemudian Yakub memanggil  dan memberkati anak-anaknya satu persatu, serta memberkati Efraim dan Manasye, anak-anak Yusuf. Setelah semua selesai, inilah yang dilakukannya: Setelah Yakub selesai berpesan kepada anak-anaknya, ditariknyalah kakinya ke atas tempat berbaring dan meninggallah ia…” (Kejadian 49:33) Tentang ini Alkitab berkata: “Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya.” (Ibrani 11:21) Yakub tahu akan saatnya dan dia telah mengerjakan tugasnya.

Orang yang dekat dengan Tuhan dan memberikan hidupnya untuk melakukan kehendak Tuhan, pasti bisa merasakan apakah dia sudah menyelesaikan ataukah belum sepenuhnya mengerjakan “bagiannya”. Bagaimana bisa?? Yang terjadi adalah sama seperti ketika kita meyakini bahwa kita adalah anak Allah. Bagaimana kita bisa tahu dan percaya?? Firman Tuhan berkata, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.” (Roma 8:16)

Itu bukan perasaan yang didasari oleh emosi atau keyakinan pada diri sendiri, tetapi Roh Kudus yang memberi kesaksian dan peneguhan di dalam hati kita. Jadi orang yang bergaul dengan Allah, hidup dalam kehendak Allah, yang mengerjakan bagian yang dipercayakan Tuhan padanya dengan setia…akan bisa merasakan di dalam rohnya apakah telah mengakhiri pertandingan dengan baik dan mencapai garis akhir ataukah belum.

BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG DIPANGGIL PULANG OLEH TUHAN, TETAPI MENURUT KITA DIA MASIH BELUM MENYELESAIKAN TUGASNYA?? Kita merasa bahwa masih banyak yang harus dikerjakannya. Menurut kita masih banyak visi misinya yang belum tercapai. Benarkah??

Tuhan memiliki rencana atas manusia, mulai Adam hingga akhir dunia kelak. Tuhan memiliki gambaran besar atas semuanya dari awal sampai akhir. Kita…yang hanya hidup dalam sepenggal masa di antara ribuan tahun yang ada, hanyalah memegang sebagian kecil peranan dari keseluruhan rancangan besar-Nya.

Saat Tuhan mempercayakan visi dan misi-Nya pada kita, kita memiliki bagian tertentu yang harus kita kerjakan. Ukuran bahwa seseorang sudah menyelesaikan tugas atau belum bukanlah dilihat menurut ukuran manusia memandang sesamanya, tetapi ukuran Tuhan. Tuhanlah yang menetapkan tugas dan bagian tiap-tiap orang. Ketika masa hidup kita sudah selesai….kita harus “pulang”, dan orang lain akan melanjutkannya. Semua akan terus berlanjut dari masa ke masa, sampai keseluruhan rencana besar Allah atas seluruh bumi tergenapi.

Seseorang bisa saja telah mencapai garis akhir/batas kehidupannya di dunia, namun belum tentu ia telah menyelesaikan pertandingannya sampai garis akhir. Tetapi kita tidak berhak menilai orang lain, tetapi mari melihat pada diri kita sendiri dan fokus mengerjakan bagian kita. Pastikan bahwa selama kita masih hidup dan memiliki kesempatan, kita harus berjuang dan berusaha sungguh-sungguh, sehingga “bila saatnya tiba” dan kita harus “pulang”,  kita telah menyelesaikan pertandingan kita dengan baik dan mencapai garis akhir.

 

Catatan : Selamat jalan Pdt. Petrus Agung Purnomo. Selamat berjumpa dengan Juru Selamat terkasih. Terimakasih telah menjadi pemimpin, guru, dan teladan hidup bagi kami. Benih firman yang Anda taburkan tak akan pernah mati, tapi akan terus bertumbuh dan berlipat ganda, hingga semua visi misi yang Tuhan percayakan tergenapi dengan sempurna. Sampai bertemu di Sorga. We love you.

 

Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. (Ibrani 11:13)

Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan. (Ibrani 11:39-40)

 

Oleh : Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English: WHEN THE TIME COMES

Background text : Google Images

 

Advertisements

One comment on “BILA SAATNYA TIBA

  1. Pingback: When THE TIME Comes | Beautiful Words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,425 other followers

Archives

%d bloggers like this: