Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

DALAM NAUNGAN TUHAN


Dalam Naungan Tuhan

Bezaleel, sebuah nama yang tak populer. Nama itu hanya disebut beberapa kali dalam Alkitab. Dia tidak membelah lautan seperti Musa (Keluaran 14:21-22). Dia tidak menghentikan matahari dan bulan seperti Yosua (Yosua 10:12-14). Juga tidak menghidupkan kembali anak yang mati seperti Elia (1 Raja-raja 17:17-24). Namanya pun tidak tercatat dalam daftar saksi-saksi iman dalam Ibrani 11. Tetapi Tuhan menunjuk “orang biasa” ini untuk menjadi pemimpin para pekerja dalam pembangunan Kemah Suci serta segala perlengkapan di dalamnya, persis sesuai yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, (Keluaran 31:1-2 TB)

Apakah Bezaleel sedemikian hebat sehingga Tuhan memilihnya? Tidak, karena Tuhan sendirilah yang mengaruniakan semua keahlian itu: “dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.” (Keluaran 31:3-5)

Lalu, mengapa Tuhan memilih Bezaleel? Siapakah Bezaleel?

KETURUNAN ORANG BENAR

Bezaleel adalah cucu Hur. Hur adalah pengikut Tuhan yang setia. Dia adalah orang yang bersama Harun menopang kedua lengan Musa agar orang Israel menang dalam peperangan melawan orang Amalek di Rafidim (Keluaran 17:8-13). Apa artinya? Hur adalah orang yang mengasihi pemimpinnya, tunduk dan mendukung visi pemimpinnya, serta mencintai bangsanya.

Selain itu, Hur, kakek Bezaleel, adalah salah satu orang yang dipercaya oleh Musa untuk menangani segala perkara yang dihadapi oleh bangsa Israel saat Musa naik ke gunung untuk menghadap Tuhan selama 40 hari 40 malam: Tetapi kepada para tua-tua itu ia berkata: “Tinggallah di sini menunggu kami, sampai kami kembali lagi kepadamu; bukankah Harun dan Hur ada bersama-sama dengan kamu, siapa yang ada perkaranya datanglah kepada mereka.” (Keluaran 24:14) Tentu tidak sembarangan Musa mempercayai seseorang. Hur bukan orang yang hidupnya asal-asalan. Hur adalah orang yang takut akan Tuhan dan hidup benar di hadapan Tuhan.

Apa hubungan Bezaleel dengan Hur sebagai orang benar? Inilah kabar baiknya:

Jika kita adalah orang benar… Jika kita telah menanam nilai-nilai Kerajaan Sorga dalam hidup kita… Maka itu sama artinya bahwa kita sedang “MENGINVESTASIKAN” berkat dan perkenanan Allah bagi keturunan kita. Berbahagialah karena anak cucu kita akan dipakai Tuhan dan menjadi berkat.

Orang benar yang bersih kelakuannya — berbahagialah keturunannya. (Amsal 20:7)

Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi. (Mazmur 25:12-13)

Bagaimana jika kita bukan keturunan orang benar?? Tidak masalah. Tuhan pasti memberkati dan memakai setiap orang yang menyerahkan diri pada-Nya dan mengikut Dia dengan sepenuh hati. Mulai saat ini, mari membangun keluarga kita di atas dasar kebenaran di dalam Tuhan.

Apakah Bezaleel menerima kepercayaan dari Tuhan semata-semata hanya karena ia keturunan orang benar? 

HIDUP BENAR

Nama Bezaleel berarti “in the shadow of God” yang bermakna “dalam naungan/perlindungan Allah”. Orang yang berdiam dalam naungan Tuhan adalah orang yang hidupnya melekat dengan Tuhan dan senang tinggal dalam hadirat Tuhan. Mereka adalah orang yang rindu selalu berada di tempat di mana Tuhan berada.

Bezaleel mendapat perkenanan Allah bukan semata-mata karena ia keturunan orang benar, tetapi karena dia juga hidup benar di hadapan Allah. Bezaleel membangun hubungan pribadi yang kuat dengan Tuhan sehingga ia mengenal Tuhan. Itulah sebabnya Bezaleel melakukan dengan TEPAT seperti yang diperintahkan Tuhan, padahal membangun Kemah Suci dan membuat peralatannya sangat rumit. Semua harus tepat bentuk dan ukurannya. Untuk itu diperlukan ketaatan total kepada Tuhan dan tidak mengandalkan pikirannya sendiri.

Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, TEPAT MENURUT YANG DIPERINTAHKAN TUHAN.”  (Keluaran 36:1)

Hanya orang yang dekat dan taat pada Tuhan yang dapat mengerjakan kehendak Tuhan dengan tepat!

 

Saudaraku yang terkasih dalam Kristus… Jika saat ini ada di antara kita yang merasa bahwa kita adalah “orang biasa” yang menurut pandangan orang (bahkan menurut diri kita sendiri) tidak punya apa-apa dan tidak diperhitungkan, jangan berkecil hati.

Bezaleel adalah orang biasa tetapi ia senantiasa tinggal dalam hadirat Tuhan, dalam naungan-Nya. Karena itu marilah dengan tekun membangun hidup kita di dalam Tuhan dan melekat kepada-Nya. Mari terus berjalan bersama Roh Kudus dan menaati firman-Nya. Jika kita terus setia, akan tiba waktunya Tuhan mengangkat kita. Tuhan akan mempercayakan pada kita sebuah tanggung jawab yang lebih besar jika Tuhan melihat kita sudah siap. Roh Kudus akan memperlengkapi kita dengan semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-Nya. Dia akan menolong kita menggali potensi, bahkan Ia akan menambahkan dan melipatgandakannya. Sebaliknya, jangan sombong jika saat ini Tuhan telah memberkati dan memakai hidup kita. Semua yang ada dalam hidup kita adalah anugerah dan karya-Nya, bukan usaha kita.

Sebagaimana Tuhan telah mengurapi dan memakai Bezaleel, Tuhan pun akan memakai setiap orang yang bersedia dipakai-Nya.
Tuhan memanggil seorang pembajak ladang menjadi nabi yang penuh kuasa (Elisa);
Tuhan mengubah seorang penakut menjadi pahlawan yang gagah berani (Gideon);
Tuhan mengangkat seorang gembala domba menjadi raja (Daud);
Tuhan mengubah seorang pembunuh yang menentang Kristus menjadi rasul yang radikal (Paulus);
Tuhan memakai seorang penjala ikan menjadi penjala manusia (Petrus); dan masih banyak lagi.

Tuhan bersedia dan sanggup mengubah, memakai, dan memperlengkapi siapapun tanpa terkecuali, termasuk Anda dan saya. Tuhan tidak mencari orang yang MAMPU, tetapi orang yang MAU!

“Tuhan memilih kita bukan karena ‘SIAPA’ kita, tetapi karena ‘APA yang telah dikerjakan-NYA’ dalam hidup kita. Jadi tak ada alasan bagi kita untuk bermegah”

 

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11:36 TB)

 

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English:  IN THE SHADOW OF GOD

Image Source: Google Images

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 28, 2016 by in Reflection|Renungan and tagged , , , , , , , .

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,423 other followers

Archives

%d bloggers like this: