Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

PARA PELARI 3 “WASPADALAH!”


WASPADALAHKita adalah pelari-Nya Tuhan. Setiap bagian kehidupan kita merupakan perjalanan untuk menyelesaikan pertandingan iman. “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.” (1 Timotius 6:12) Kita tidak berlari untuk mengejar mimpi kita, tapi menyelesaikan misi Tuhan. Kita juga tidak berlomba untuk merebut kemenangan karena kita sudah menjadi LEBIH DARI PEMENANG di dalam Yesus.

Dalam pertandingan rohani ini, saudara seiman bukanlah pesaing kita, tetapi rekan sekerja. Pelari dalam perlombaan di dunia mencari kelemahan lawan untuk mengalahkannya, tetapi para pelari Tuhan harus bersedia menopang saudaranya yang lemah. “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2) Saat kita menolong yang lemah, sesungguhnya kita juga sedang melangkah maju dalam pertandingan iman kita.

Tugas kita bukan bersaing satu dengan yang lain, tetapi MEMELIHARA IMAN sampai akhir dan MENYELESAIKAN pertandingan dengan BAIK, BUKAN ASAL-ASALAN. Oleh sebab itu kita tidak boleh menjadi pelari yang meninggalkan gelanggang pertandingan sebelum waktunya (Para Pelari 1: Jangan Tinggalkan Gelanggang Pertandingan). Kita tidak boleh hanya sibuk dengan segala sesuatu seputar “aku”: keberhasilanku, cita-citaku, nama baikku, harga diriku, kesenanganku, kepuasanku, persoalanku, dan aku-aku yang lain (Para Pelari 2: Pelari Ketujuh). TUHAN HARUS MENJADI SATU-SATUNYA ALASAN KITA UNTUK BERLARI.

Tuhan telah menetapkan tujuan dan sasaran yang harus dicapai. “Sebab itu aku TIDAK BERLARI TANPA TUJUAN dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.” (1 Korintus 9:26) Agar tidak menjadi pelari yang salah arah, Tuhan bukan hanya menetapkan tujuannya tetapi juga menyediakan pedoman dan penuntun dalam menjalaninya: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105)

Setiap pola pikir, sikap hati, perkataan, dan perbuatan kita harus selaras dengan firman Tuhan karena firman Tuhan adalah standar Allah dalam pertandingan iman.

Berbagai dinamika akan kita alami di sepanjang perjalanan. Kadang mudah dan menyenangkan, kadang sulit dan perlu perjuangan. Kadang biasa saja dan membosankan, kadang penuh kejutan indah dan menggairahkan. Ada saatnya kita dipuji-puji, ada saatnya kita diabaikan. Kadang kita menjadi penolong, kadang justru kita yang membutuhkan pertolongan. Bagaimanapun situasinya, kita harus senantiasa WASPADA: “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23)

Harus waspada menjaga hati dalam hal apa? Segalanya! Ketulusan, kerendahan hati, motivasi yang benar, takut akan Tuhan, kasih mula-mula, kerinduan untuk berdoa dan membaca firman Tuhan, sukacita, selalu bersyukur, dan sebagainya. KITA HARUS SELALU WASPADA KARENA HATI KITA BISA SALAH, BAHKAN PADA SAAT KITA MELAKUKAN AKTIFITAS YANG BENAR, termasuk saat melayani Tuhan. Sangat berbahaya!

AKTIFITAS BUKAN SATU-SATUNYA UKURAN apakah kita benar di hadapan Tuhan. Karena jika sumbernya (hati) sudah salah, maka sebaik apapun hal yang kita kerjakan menjadi tidak ada artinya. “…Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7b)

Paulus, seorang rasul yang diurapi dan dipakai Tuhan, selalu mengingatkan dirinya sendiri: “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, JANGAN AKU SENDIRI DITOLAK.” (1 Korintus 9:27) Betapa ironinya jika kita merasa sudah melakukan segala yang benar, namun pada akhirnya kita ditolak oleh Tuhan.

Jangan lengah, WASPADALAH! Minta Roh Kudus untuk selalu menyelidiki hati kita karena seringkali kita tidak menyadari bagaimana kedalaman hati kita sebenarnya. Mari berdoa seperti raja Daud dalam Mazmur 19:12 “Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.” Mari merendahkan diri di hadapan Tuhan dan ijinkan Tuhan memurnikan hati kita setiap hari.

Selamat berlari bersama Roh Kudus menuju garis akhir. Bapa telah berdiri menanti kita di sana. Amin.

 

“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:13-14)

 

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English: The Runners 3 “BEWARE!’

Photo source: Google Images

Advertisements

One comment on “PARA PELARI 3 “WASPADALAH!”

  1. Pingback: The Runners 3 “BEWARE” | Beautiful Words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,423 other followers

Archives

%d bloggers like this: