Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

Para Pelari 2 “PELARI KETUJUH”


Dalam tulisan sebelumnya (click here), pertandingan marathon telah berakhir dan semua pelari yang berhasil menyelesaikan pertandingan telah menerima piala dari raja. Sesungguhnya telah tersedia piala sebanyak jumlah peserta, namun ternyata yang gagal lebih dari separuhnya. Sungguh sayang, karena sebenarnya pertandingan itu tak sesulit yang dibayangkan. Di sepanjang jalan raja telah menyediakan para penolong yang selalu siaga membantu saat para pelari mengalami kesulitan. Yang raja inginkan hanyalah mereka berlari sampai garis finish sesuai dengan time limit yang diberikan. Lalu apa yang menyebabkan tidak semua pelari berhasil menyelesaikan pertandingan dengan baik?? Banyak hal. Setiap pertumbuhan rohani, karakter, sikap hati, cara berpikir dan perilaku kita sangat mempengaruhi cara kita menjalani hidup dan menentukan hasil akhir yang kita capai.

Kita akan melihat paling tidak ada enam tipe pelari (baca: orang beriman) yang gagal menyelesaikan pertandingan dengan baik:

 

Pelari ke-1: SANG PENEBAR PESONA

Sang Penebar Pesona adalah orang yang sangat haus akan perhatian. Ketika ia berlari melintasi para penonton dan supporter, yang menguasai pikirannya adalah apa pandangan mereka tentang dirinya. Baginya apa kata orang lebih penting dari pada apa kata Tuhan. Ini membuatnya tidak fokus pada tugasnya. Kalaupun ia berusaha keras untuk berhasil, motivasinya adalah agar performanya dipandang baik oleh orang lain. Ia lebih mementingkan penampilan luar dari pada kualitas di dalam dirinya.

“Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” (Galatia 1:10)

 

Pelari ke-2: SANTAI DULU AH…

Pelari tipe ini adalah seorang pemalas. Ia mahir menemukan dan menyusun sederet kendala dan rintangan untuk menghindari sebuah tugas. Dibalik semua itu, alasan sesungguhnya adalah karena ia malas. Malas berusaha, malas kerja keras, malas berpikir. Dibanding menggunakan otaknya untuk mencari jalan keluar, ia lebih memilih menggunakannya untuk mencari-cari alasan agar dapat menunda pekerjaan! Berkatalah si pemalas: “Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!” (Amsal 26:13)

Baginya kesenangan dan kenikmatan adalah segalanya. Dia sangat puas saat berhasil mencapai sebuah target dan tidak merasa perlu untuk meraih yang lebih jika keadaan tidak mendesaknya. Motto hidupnya adalah “Jika aku bisa mengerjakannya besok, kenapa harus mengerjakannya sekarang?!” Pada akhirnya ia tidak pernah menyelesaikan pekerjaannya dengan maksimal karena selalu menunda.

Seorang pemalas selalu berhenti pada titik “hampir mencapai keberhasilan” karena ia juga “hampir menyelesaikan pekerjaannya” dan memilih menggunakan waktunya untuk “santai dulu ahh…” Akhirnya banyak waktu terbuang sia-sia. Tanpa terasa time limitnya habis dan ia harus berhenti sebelum mencapai garis finish.

 

Pelari ke-3: SUPER SIBUK

Menjadi pribadi yang aktif dan produktif sangat baik. Tetapi kita tak harus mengerjakan semua hal. Jika berlebihan dalam mengambil peran maka justru akan menjadi kontra produktif. Kita harus dapat membedakan mana yang BISA kita lakukan, yang PENTING untuk kita lakukan, dan yang HARUS kita lakukan.

Pelari yang baik adalah pelari yang fokus pada tujuan dan tidak disibukkan oleh berbagai hal yang dapat mengalihkan perhatiannya. Tak selamanya kesibukan, bahkan pelayanan, itu baik. Lihatlah apa kata Yesus tentang Marta yang terlalu sibuk melayani.

Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Lukas 10:41-42)

 

Pelari ke-4: AKULAH YANG TERBAIK

Hasrat terbesarnya adalah mengalahkan orang lain. Ia bukan cuma ingin berhasil, tetapi ia iri dengan keberhasilan orang lain. Baginya hidup adalah kompetisi. Ia memandang rendah orang lain tapi sekaligus memandangnya sebagai ancaman. Ia tidak pernah merasa aman dan sangat terganggu jika ada seseorang yang berkata bahwa ada orang yang lebih baik dari dirinya. Pelari tipe ini tidak fokus berlari ke finish tetapi sibuk melihat kehidupan orang lain.

Orang yang sombong selalu merasa dirinya yang terbaik. Ia tidak pernah merasa puas (baca: bersyukur) dengan pencapaiannya. Sebaliknya, ia merasa puas (baca: lega) jika telah berhasil mengalahkan orang lain. Setelah itu ia akan menikmati perasaan “menang” sampai ia melihat ada “pesaing” yang lain.

 

Pelari ke-5: SI PEMBAWA BEBAN

Semua orang pasti memiliki masalah. Tapi ada orang tertentu yang selalu membawa masalahnya kapanpun dan dimanapun. Energinya terkuras bukan untuk berlari, tetapi untuk memikul beban. Bukan hanya beban persoalan, tetapi juga dosa yang disimpannya. Semua itu membuat langkahnya menjadi berat dan lambat. Tak jarang keadaan ini diperburuk dengan jatuh dalam perasaan mengasihani diri sendiri, merasa tidak layak, terpuruk, lalu kehilangan harapan.

“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” (Ibrani 12:1)

 

PELARI ke-6: SALAH ARAH

Pelari ke enam ini memiliki hampir segala yang diperlukan untuk berhasil. Dia giat, gigih, tekun, fokus, dan berbagai karakter yang baik. Tetapi inilah yang tak dimilikinya: pengetahuan dan pengenalan yang benar tentang Allah. Ini membuatnya salah arah karena ia mengukur firman Tuhan berdasar “kebenarannya sendiri”. Ia mengejar “visinya sendiri” demi memuaskan “hasratnya sendiri”. Di ujung waktunya ia akan terkejut betapa jauh ia telah salah melangkah. Akhirnya, panggilan Tuhan untuknya tidak terselesaikan.

“Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah” (Amsal 19:2)

“Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah…” (Hosea 4:6)

TANPA TUHAN, sehebat apapun seorang manusia akan salah arah!

 

Sebagai pelari dalam pertandingan iman, yang Tuhan inginkan adalah kita menyelesaikan pertandingan dengan baik sebelum time limit kita habis (tutup usia). Tuhan telah menyediakan Roh Kudus sebagai Penolong dan Penghibur kita. Tuhan juga bisa memakai siapa saja sebagai alat-Nya untuk memberkati kita. Tuhan memberikan kekuatan, hikmat, bahkan mujizat di sepanjang perjalanan.

Jangan menjadi seperti enam tipe pelari yang telah memulai pertandingan tapi tak dapat menyelesaikannya. Jadilah PELARI KETUJUH yang selalu fokus, tekun, giat dan pantang menyerah. Pelari yang berhikmat dan tidak sembrono dalam melangkah. Pelari yang tidak mengejar tujuan pribadi, tapi mencari kehendak Allah dan melaksanakannya. Pelari yang tidak mengandalkan kekuatannya sendiri tetapi bersandar kepada Allah.

“….. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.” (Kolose 1:9-12)

 

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English: The runners 2 “THE SEVENTH RUNNER” (click here)

Background text: Google Images

 

Advertisements

2 comments on “Para Pelari 2 “PELARI KETUJUH”

  1. Pingback: PARA PELARI 3 “WASPADALAH!” | Beautiful Words

  2. Pingback: THE RUNNERS 2 “THE SEVENTH RUNNER” | Beautiful Words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,423 other followers

Archives

%d bloggers like this: