Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

Bersyukur itu “TITIK”


Bersyukur itu "TITIK"

Seorang ibu telah berdoa selama bertahun-tahun agar memiliki sebuah rumah. Suatu ketika Tuhan memberkati anaknya sehingga mereka memiliki dana untuk membelinya, meski jumlahnya tak seberapa. Dengan sedikit uang muka yang mereka miliki serta menyesuaikan dengan kemampuan untuk membayar cicilan per bulannya, tak banyak pilihan rumah bagi mereka.

Ibu itu berkata, “Nak, rumah seperti apa saja dan di mana saja tidak masalah, yang penting kita memiliki rumah sendiri dan tak harus berpindah-pindah kontrakan lagi.”

Setelah meninjau banyak tempat, pilihan mereka jatuh pada sebuah rumah mungil di sebuah perumahan kelas menengah yang cukup cantik, meski letaknya agak jauh dari pusat kota. Itu adalah rumah dan lingkungan terbaik yang bisa mereka peroleh dengan kemampuan yang mereka miliki. Ibu tersebut menerimanya dengan air mata bahagia dan penuh syukur kepada Tuhan yang telah menjawab doanya. Setelah puluhan tahun harus mengontrak rumah, memiliki rumah sendiri adalah bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan.

Beberapa bulan berlalu, euforia memiliki rumah baru pelahan mulai surut.

Sang ibu mulai mengeluh pada anaknya:

“Lantai keramik putih ini mudah kotor ya…”

“Lingkungan ini sepi sekali, apalagi jika malam hari.”

“Jarang ada penjual makanan lewat di depan rumah, tidak seperti di tempat kita dulu.”

Hampir setahun kemudian, si Ibu sudah terbiasa dengan keadaannya. Rasa takjub atas terkabulnya permintaan memiliki rumah sendiri, telah sepenuhnya memudar. Kini perhatiannya lebih tertuju pada berbagai kekurangan yang pada awalnya tak dia permasalahkan.

“Perumahan ini terlalu jauh dari pusat kota. Ibu harus menghabiskan satu jam di perjalanan,” katanya pada anaknya.

Hari demi hari ada saja hal-hal kecil yang dikeluhkannya, persis seperti saat dia tinggal di kontrakannya yang sebenarnya juga tidak jelek. Dia lupa bahwa rumah miliknya saat ini adalah jawaban Tuhan atas doanya selama bertahun-tahun.

 

Itulah yang terjadi. Saat puncak ucapan syukur atas sesuatu telah berlalu dan perasaan mulai kembali normal, maka apa yang semula diterima sebagai keajaiban dan berkat yang disyukuri, lambat-laun dianggap sebagai hal biasa. Pada saat yang sama, muncul berbagai hal yang dirasa sebagai kekurangan:

“Sebenarnya ini luar biasa, TETAPI jika ditambah ….. akan lebih baik.”

“Saya senang dengan apa yang saya terima, TETAPI kalau ….. pasti akan lebih menyenangkan.”

“Bukannya saya tidak bersyukur, TETAPI memang kenyataannya bagian ini tidak begitu baik.”

Ya…. Mungkin semua keluhan itu sangat beralasan. Tak ada hal sempurna di dunia ini. Jika kita mencari kekurangannya pasti akan menemukannya. Kita akan selalu memiliki alasan untuk merasa tidak puas karena pada dasarnya manusia selalu ingin yang lebih baik dan lebih nyaman. Tetapi apa arti ucapan syukur kita pada Tuhan jika akhirnya kita tidak puas dengan apa yang telah diberikan-Nya?!

Jika sudah mengucap syukur atas sesuatu hal, jangan cemari itu dengan keluhanmu. Karena SAAT ENGKAU MENGELUH, ENGKAU SEDANG MENARIK KEMBALI UCAPAN SYUKURMU.

 

MATEMATIKA BERSYUKUR

Bersyukur = [ (Berterimakasih + Tulus + Bulat hati) – Tetapi ] × Selamanya

BERSYUKUR adalah berterimakasih pada Tuhan dengan tulus dan bulat hati TANPA KATA “TETAPI” sampai SELAMANYA.

Pemberian Tuhan selalu yang terbaik. Jawaban doa dari Tuhan adalah jawaban yang sempurna. Jangan bersyukur tetapi kemudian tanpa disadari kita mencela kekurangannya.

Jika saat ini kita berterimakasih atas hal tertentu tetapi beberapa waktu kemudian ada hal-hal yang kita keluhkan tentang hal tersebut, maka itu sama dengan kita berkata pada Tuhan, “Tuhan, terimakasih, tapi pemberianmu tak terlalu baik bagiku. Bagian ini masih kurang, bagian itu seharusnya bisa lebih baik.”

Tuhan memerintahkan kita untuk bersyukur dalam SEGALA HAL:

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18) Segala hal adalah semuanya, tanpa kecuali. Tidak ada pengecualian dalam bersyukur. Apakah itu hal yang baik, maupun yang kita anggap kurang baik.

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. (Kolose 3:17)

Berhati-hatilah menjaga mulut dan hati kita, agar ucapan dan perbuatan kita tidak menyakiti hati Tuhan. Mari berusaha sungguh-sungguh agar semua yang keluar dari diri kita merupakan pengucapan syukur atas kemurahan dan kebaikan Tuhan, karena sesungguhnya Tuhan selalu baik bagi kita.

BERSYUKUR ITU “TITIK”. BUKAN “KOMA”.

Seperti sebuah kalimat yang telah selesai dan diakhiri tanda “.” (titik), seperti itulah bersyukur. Bersyukur adalah bersyukur, tanpa “embel-embel” berbagai daftar keluhan dibelakangnya. Atau seperti seseorang yang berkata dengan tegas, “Saya tidak mau. Titik!” Itu berarti sebuah pernyataan yang tak bisa ditawar lagi, sebuah keputusan yang tak bisa digoyang lagi, apapun konsekuensinya. Demikian pula dengan bersyukur. Sekali kita mengucap syukur atas sesuatu hal, biarlah ucapan syukur itu untuk selamanya. Tak goyah oleh segala keadaan dan perasaan!

 

Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mazmur 136:3)

AMIN

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English: “BE GRATEFUL IS…..That’s All!” (click here)

Foto oleh: Sella Irene

Advertisements

3 comments on “Bersyukur itu “TITIK”

  1. Pingback: BE GRATEFUL IS… That’s all! | BeautifulWords

  2. Sandra Clarita
    October 20, 2015

    I always be thankful for everything He has done for me. Especially for His great blessings unto my life. .God is so good.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,423 other followers

Archives

%d bloggers like this: