Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

TUHAN MELAKUKANNYA BAGIKU


TUHAN melakukannya bagikuPada minggu lalu, tepat di hari ulang tahun suami saya, kami melakukan perjalanan panjang untuk sebuah urusan pekerjaan. Hasil perjalanan itu akan sangat mempengaruhi kehidupan kami selanjutnya. Sungguh tak pernah terlintas dalam benak kami kalau suatu saat akan menginjakkan kaki di sana…

 

Tak ada penerbangan yang langsung menuju kota tersebut. Jarak yang harus kami tempuh sangat panjang. Kami mengendarai mobil sejauh ribuan kilometer, melintasi tiga propinsi, dan belasan kota. Beberapa kota bahkan baru kami lewati untuk pertama kali pada saat itu! Berangkat dari rumah dini hari, kami baru sampai di kota tujuan pada pukul 8 malam. Sekitar 16 jam kami melaju di jalan.

Sebenarnya, secara perhitungan manusia tidak ada jaminan pasti bahwa perjalanan yang kami tempuh akan berhasil. Kami sempat mempertimbangkan untuk tidak berangkat karena jarak dan biaya yang harus dikeluarkan. Tetapi syukur kepada Allah, satu hari menjelang kami berangkat, Tuhan memberi saya sebuah janji dalam firman-Nya:

“Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab SEGALA SESUATU YANG KAMI KERJAKAN, ENGKAULAH YANG MELAKUKANNYA BAGI KAMI.” (Yesaya 26:12)

Secara manusia, peluang kami 50-50, atau bahkan nol. Tetapi jika Tuhan sudah berjanji, maka kepastian keberhasilan kami adalah 100 persen. Janji Tuhan itulah yang terus kami ingat dan pegang sepanjang perjalanan. Jika sedikit kecemasan mulai mengusik, segera saya ucapkan firman itu di dalam hati, pikiran, dan mulut saya. Saya belajar untuk mempercayai Tuhan dan melangkah dalam janji-Nya. Tuhan telah berjanji bahwa segala sesuatu yang kami kerjakan, Tuhanlah yang melakukannya bagi kami.

Jika Tuhan yang melakukannya, mungkinkah gagal? Tidak mungkin. Pasti berhasil!

BUKAN MANUSIA

Raja Yosafat pernah mengalaminya dalam 2 Tawarikh 20. Ketika itu bani Moab dan bani Amon datang hendak berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Suatu laskar yang sangat besar. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa untuk mencari Tuhan dan meminta pertolongan-Nya. Tuhan mendengarkan doa mereka. Melalui Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, Tuhan memberikan janji-Nya:

“Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, SEBAB BUKAN KAMU YANG AKAN BERPERANG MELAINKAN ALLAH. Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel.

DALAM PEPERANGAN INI TIDAK USAH KAMU BERTEMPUR. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan LIHATLAH BAGAIMANA TUHAN MEMBERIKAN KEMENANGAN KEPADAMU. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN AKAN MENYERTAI KAMU.” (2 Tawarikh 20:15-17)

Yosafat percaya pada Tuhan. Ia maju menghadapi laskar yang menyerangnya, tetapi tidak dengan mengandalkan senjatanya. Sebaliknya, Yosafat mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di depan orang-orang bersenjata. Inilah yang kemudian terjadi: “Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.” (ayat 22) Mereka saling membunuh hingga semua tewas (ayat 23).

KETAHUILAH…hal itu terjadi SEBELUM Yosafat dan pasukannya tiba di sana! “Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.” (2 Tawarikh 20:24) TUHANLAH YANG MELAKUKAN SEMUANYA, BUKAN MANUSIA!

Hari itu Yosafat meraih kemenangan yang luar biasa, bahkan ia mendapat banyak jarahan berupa ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya (ayat 25).

 

Apa yang dilakukan Tuhan dalam jaman Yosafat, selalu dilakukan-Nya hingga hari ini. Tuhan selalu peduli dan bekerja secara riil dalam hidup kita. Apapun yang kita hadapi, jika kita dalam posisi yang benar di hadapan Allah dan tinggal di dalam Dia, sesungguhnya kita tak perlu takut dan kuatir. Jika ketakutan dan kekuatiran mendera, segeralah mencari Tuhan dan kembalilah pada janji Tuhan dalam firman-Nya. Tuhan adalah Imanuel, Allah yang beserta dengan kita. Segala sesuatu yang kita kerjakan, Tuhanlah yang melakukannya bagi kita. Kita hanya perlu taat dan melakukan bagian kita dengan sepenuh hati dan percaya. KEAJAIBAN DAN MUJIZAT ADALAH BAGIANNYA TUHAN.

“…..Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. (Wahyu 3:7) 

“Bila Ia membongkar, tidak ada yang dapat membangun kembali; bila Ia menangkap seseorang, tidak ada yang dapat melepaskannya. Bila Ia membendung air, keringlah semuanya; bila Ia melepaskannya mengalir, maka tanah dilandanya.” (Ayub 12:14-15)

Tidak ada yang bisa menahan Tuhan. Tak ada yang dapat menggagalkan pekerjaan-Nya. Jika Tuhan yang melakukan bagi kita, keajaiban pasti terjadi. Apa yang mustahil bagi kita, tidak mustahil bagi Tuhan. Betapa dahsyat Tuhan kita!

 

TUHAN MENEPATI JANJI

Total tiga hari perjalanan pergi dan pulang telah kami lalui. Tubuh kami letih tetapi Tuhan memberi sukacita. Tuhan telah membuat perjalanan kami berhasil. Bukan hanya itu, Tuhan melakukannya dalam timing yang tepat persis seperti doa permohonan kami.

Saudaraku dalam Kristus, seperti Tuhan Yesus telah menyertai dan melakukannya bagi kami, saya percaya Tuhan juga pasti melakukannya bagi Anda. Tetap berpegang, berharap, percaya, dan senantiasa tinggal dalam janji Tuhan. Tuhan pasti akan menepatinya. Amin.

 

 

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English “GOD HAS DONE FOR ME” (click here)

Foto oleh: Sella Irene

Advertisements

One comment on “TUHAN MELAKUKANNYA BAGIKU

  1. Pingback: GOD HAS DONE FOR ME | BeautifulWords

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,423 other followers

Archives

%d bloggers like this: