Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

Namaku debu


Puisi Namaku debu

Perkenalkan, namaku debu.

Tak perlu kau tulis huruf depanku dengan “D”.

Cukup “d” saja, karena apalah arti sebutir debu.

 

Di antara pusaran alam semesta aku memang hanya sekecil debu.

Sebutir debu di antara lautan debu.

Siapa dapat mengingatku?

Siapa sudi mengenalku?

 

Aku debu.

Tiada yang menginginiku.

Jika aku hinggap di matamu, engkau akan mengusirku karena aku mengganggu.

 

Tiada yang mau menyimpan debu.

Di mana pun aku berlabuh, aku selalu disapu.

 

Dari debu dan akan kembali menjadi debu, itulah aku.

 

Seorang bijak pernah berkata bahwa hidupku hanya sekejap seperti asap yang terbang melayang lalu lenyap.

Umurku bagai bayang memanjang lalu segera menghilang.

Generasi sebelumku tak mengenalku, generasi sesudahku pun takkan mengenangku.

Ibarat bunga rumput liar yang mekar, semarakku hanya sesaat kemudian layu dalam senyap.

 

Aku debu.

Sesuai dengan namaku, aku memang hanya sebutir debu.

Sampai kemudian seorang Raja Mahakasih bersedia mengangkatku menjadi anak-Nya,

dan aku memanggil-Nya “Bapaku”.

Sejak itu hidupku berubah!

Asalku memang debu, tapi kini aku bukan lagi debu biasa.

 

Jika dulu orang mengibaskan dan menyingkirkanku karena aku membuat pedih matanya,

sekarang siapa yang menggangguku akan menghadapi Bapaku karena AKU ADALAH BIJI MATA-NYA!

 

Kini, siapa yang berani menganggapku tak berharga?

Karena untuk mengangkatku menjadi anak-Nya, BAPA RELA MEMBELIKU DENGAN NYAWA PUTRA TUNGGAL-NYA, Yesus nama-Nya.

 

Jika dulu tak ada yang sudi mengenalku, sekarang aku dikenal Sang Raja, bahkan NAMAKU TERCATAT DALAM KITAB KEHIDUPAN-NYA.

Jika dulu aku tak punya tempat berlabuh, kini BAPA TELAH MENYEDIAKAN TEMPAT BAGIKU DALAM KERAJAAN-NYA.

 

Namaku debu, sama seperti namamu.

Dari debu dan akan kembali menjadi debu, itulah kita!

 

Namun…jika sekarang aku bukan lagi debu biasa karena ada nama Bapa melekat padaku, bagaimana dengan kamu??

Sudahkah kau berjumpa dan mengenal Sang Raja?

Kerajaan-Nya adalah kerajaan segala terang.

Kasih sempurna-Nya melenyapkan duka, penyakit, dan kematian.

Dia sangat ingin mengangkatmu untuk menjadi anak-Nya dan membawamu tinggal dalam rumah-Nya.

BERSEDIAKAH KAMU??

 

JIKA YA, bacalah cerita Bapaku tentang debu, tentang kau dan aku 🙂

 

CERITA BAPA TENTANG DEBU

Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit…. ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kejadian 2:4-7)

Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. (Mazmur 103:15-18)

Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela (Mazmur 39:5)

Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya? (Mazmur 144:3-4)

Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya, maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu. (Ayub 34:14-15)

Tetapi…

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; (Yohanes 1:12)

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. (Mazmur 103:13-14)

 

Itulah cerita Bapa tentang debu sia-sia dan tak berharga namun sangat dikasihi-Nya melebihi malaikat-malaikat!

Yang harus kau lakukan untuk menyambut kasih-Nya adalah membuka hatimu dan berkata:

“Yesus, aku menerima penebusan-Mu dan menjadikan Kau Tuhan dan Raja dalam hidupku. Bawa aku masuk dalam Kerajaan-Mu dan menjadi anak Bapa selamanya. Amin.”

 

Salam hangat dariku: anak Raja segala raja

 

Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English “My name is dust” (click here)

Foto oleh: Sella Irene

Advertisements

3 comments on “Namaku debu

  1. Pingback: My name is dust | BeautifulWords

  2. Imanuel Suluh
    September 22, 2015

    Salam hangat 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 22, 2015 by in Reflection|Renungan, Various (poetry, etc) and tagged , , , , , , , , , .

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,425 other followers

Archives

%d bloggers like this: