Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

PERJALANAN KEHIDUPAN 5: “MENEROBOS RINTANGAN”


MENEROBOS RINTANGANKita telah membahas sebelumnya bahwa berjalan dalam kehendak Tuhan bukan berarti tanpa rintangan dan tantangan (Perjalanan Kehidupan 4 “BUKAN JALAN TOL”). Rintangan dan tantangan akan datang tanpa permisi, bahkan seringkali jauh lebih besar dibanding kesiapan kita untuk menyelesaikannya. Jika ingin terus maju, maka siap atau tidak siap kita harus tegar dan menghadapinya.

Manusia sering melakukan kesalahan, termasuk saya. Saat tiba-tiba persoalan berdiri menghalangi kita, kadang kita lupa mengandalkan Tuhan. Reaksi spontan kita adalah segera mencari jalan keluar dengan cara kita sendiri dan mengandalkan sumber daya yang kita miliki; yaitu pengalaman, kepandaian dan keahlian, persiapan, kekuatan, relasi dan orang penting yang kita kenal, serta uang dan kekayaan. Kita memang berdoa dahulu, tetapi setelah berkata “amin” kita langsung memutar otak dan segera melakukan ini dan itu tanpa menanti konfirmasi dari Tuhan. Jika tergesa-gesa, maka tanpa disadari hati kita bisa berada pada posisi yang salah, yaitu berharap dan mengandalkan semua sumber daya itu, dan  bukan mengandalkan Tuhan!

“Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.” (Amsal 19:2) 

Jika kita ingin Tuhan bekerja dalam hidup kita, maka kita harus bersedia menunggu-Nya. Tuhan pasti menolong kita pada waktunya dengan cara-Nya, bukan cara kita!

Saya sedang mengalami dan merasakan bahwa tidak mudah menunggu Tuhan. Sementara tekanan terus datang, perasaan dan pikiran semakin tertekan, tetapi pertolongan Tuhan tak kunjung tiba dan mujizat yang dinantikan tak juga menjadi kenyataan. Tapi tak ada pilihan lain. Jika mau hidup benar dan mengalami terobosan, kita harus tetap percaya pada Tuhan dan menantikan Dia.

 

JANGAN MENGANDALKAN PENGALAMAN

Ketika Daud dikejar-kejar oleh raja Saul, Daud sempat melarikan diri ke negeri orang Filistin dan meminta perlindungan pada Akhis bin Maokh dan tinggal di sana selama satu tahun empat bulan (1 Samuel 27:1-2, 5-7). Raja Filistin menganggap bahwa Daud tunduk kepada mereka. Itulah sebabnya ketika Daud diurapi menjadi raja atas seluruh Israel, orang Filistin menganggap itu sebagai ancaman. Maka majulah orang-orang Filistin untuk menyerang dan menangkap Daud. Inilah yang dilakukan Daud:

Ketika orang Filistin itu datang dan mengadakan penyerbuan di lembah Refaim, bertanyalah Daud kepada Allah: “Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu dan akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?” TUHAN menjawab: “Majulah, Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu.” (1 Tawarikh 14:9,10)

Daud pun maju melawan Filistin seperti perintah Tuhan, maka dia memperoleh kemenangan seperti yang dijanjikan Tuhan.

 

Setelah dikalahkan oleh Daud, orang Filistin sekali lagi mencoba menyerang dan menyerbu di lembah Refaim. Apakah yang dilakukan Daud kali ini?

Ketika orang Filistin menyerbu sekali lagi di lembah itu, maka bertanyalah lagi Daud kepada Allah, lalu Allah menjawab: “Janganlah maju di belakang mereka, tetapi buatlah gerakan lingkaran terhadap mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau. Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau keluar bertempur, sebab Allah telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin.” (1 Tawarikh 14:13-15)

Lalu Daud berbuat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, dan Tuhan pun menepati janji-Nya.

 

Lihatlah, dua kali Daud mengalami masalah yang sama, di tempat yang sama, dengan musuh yang sama. Dua kali pula Daud melakukan hal yang sama, yaitu bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan sebelum melakukan sesuatu. Tetapi perhatikan bahwa Tuhan tidak memberi jawaban yang sama.

Pada penyerangan pertama, Tuhan memerintahkan Daud langsung menyerang. Tapi pada penyerangan ke dua, Tuhan tidak memperkenankan Daud langsung menyerang tetapi mengepung mereka terlebih dahulu, lalu harus menunggu sampai terdengar derap langkah di puncak pohon kertau, setelah itu baru diijinkan menyerang.

Ingatlah… Daud bukan prajurit biasa. Daud adalah pahlawan perang Israel. Dia memiliki banyak pengalaman dalam pertempuran dan banyak meraih kemenangan, hingga rakyat membandingkannya dengan raja Saul, “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.” (1 Samuel 18:6,7). Namun yang luar biasa adalah bahwa dengan semua peperangan yang dimenangkannya, Daud tetap memiliki penundukan dan pengendalian diri untuk tidak mengandalkan pengalamannya, tetapi mau menunggu instruksi dari Tuhan dan mentaatinya.

 

JANGAN MENGANDALKAN KEPANDAIAN DAN KEAHLIAN

Petrus mengalami dua peristiwa yang terulang dalam hidupnya. Yang pertama saat dia belum menjadi murid Yesus, tapi dia tahu bahwa Yesus adalah seorang yang diurapi Allah. Itu sebabnya Petrus memanggil-Nya “Guru”.

Ketika itu semalaman Petrus dan teman-temannya menjala ikan, namun tak mendapatkan hasil. Lalu Yesus memerintahkan mereka menebar jala di sebelah kanan. Inilah jawab Petrus: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (Lukas 5:4-6)

Peristiwa ke dua terjadi setelah Yesus disalib dan mati; Petrus dan beberapa murid yang lain kembali pada profesi lama mereka sebagai nelayan. Malam itu mereka menjala ikan di danau Tiberias. Semalam-malaman mereka bekerja keras tapi tak mendapat ikan seekor pun. Ketika hari mulai siang, Yesus menampakkan diri pada mereka. Yesus memberi perintah yang sama pada mereka, yaitu menebarkan jala di sebelah kanan. Mungkin karena lelah dan putus asa, Petrus dan teman-temannya menuruti-Nya. Keajaiban terjadi! Seketika jala mereka penuh dengan ikan. Maka sadarlah mereka bahwa itu adalah Yesus (Yohanes 21:1-4, 6).

Petrus dan teman-temannya adalah para nelayan profesional dan telah menekuni profesi itu selama bertahun-tahun. Seorang nelayan yang hampir setiap hari berjuang di danau besar atau lautan pasti memiliki pengetahuan dan keahlian dalam menilai cuaca dan menguasai teknik bagaimana cara mendapat ikan. Tetapi mereka tetap tunduk dan tidak beradu argumentasi dengan Yesus.

 

JANGAN MENGANDALKAN PERSIAPAN DAN DIRI SENDIRI

Saat saya duduk di bangku SMP bertahun-tahun lalu, saya terpilih untuk mengikuti lomba Cerdas Cermat mewakili sekolah. Kami digembleng oleh guru terbaik di sekolah kami. Kami melakukan persiapan mental selama berbulan-bulan. Hampir setiap hari kami mengikuti kelas tambahan setelah jam pelajaran usai. Kami dibekali dengan berbagai pengetahuan yang tidak kami peroleh dalam kelas pelajaran biasa. Dengan persiapan yang matang, kami berhasil melaju hingga ke babak final untuk masuk ke tingkat propinsi. Kami mengalahkan lawan-lawan kami dengan mudah. Rasa percaya diri tumbuh dalam diri kami. Meskipun begitu, kami tidak lengah. Kelas tambahan tetap diadakan hampir setiap hari untuk mengasah kami lebih tajam lagi.

Tibalah pada satu hari menjelang final. Saya sedang berdoa ketika Tuhan memberi saya satu ayat dalam Amsal 21:31 “Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN. “

Seketika saya tahu bahwa saya telah membuat kesalahan. Saya telah mengandalkan persiapan saya. Saya percaya pada diri sendiri dan yakin pasti menang karena saya menguasai materi perlombaan. Saya melupakan bahwa Tuhanlah yang sesungguhnya telah menolong saya agar memahami dan hafal semua materi itu sehingga berhasil menyisihkan lawan-lawan kami. Akhirnya kami tak berhasil memenangkan babak final itu. Peristiwa itu adalah pelajaran berharga bagi saya. Itu adalah batu peringatan bagi perjalanan saya selanjutnya untuk tak mengulangi kesalahan yang sama.

 

APA KATA TUHAN TENTANG MENGANDALKAN KEKUATAN/KUASA, RELASI/MANUSIA, DAN UANG/ KEKAYAAN?

Jangan mengandalkan kekuatan dan kekuasaan

“Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan. Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.” (Mazmur 33:16-17)

“Sebab bukan kepada panahku aku percaya, dan pedangku pun tidak memberi aku kemenangan, tetapi Engkaulah yang memberi kami kemenangan terhadap para lawan kami, dan orang-orang yang membenci kami Kauberi malu.” (Mazmur 44:7-8)

Jangan mengandalkan manusia

“Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.” (Mazmur 146:3-4)

Jangan mengandalkan uang dan kekayaan

“Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.” (Amsal 11:28)

“Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun?” (Amsal 27:24)

 

ANDALKAN TUHAN SAJA

“Sekarang aku tahu, bahwa Tuhan memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.” (Mazmur 20:7)

TUHAN ITU SELALU KREATIF DALAM MENOLONG UMATNYA. Jadi, kalau kita menghadapi rintangan yang menurut kita tak mungkin diterobos, tunggu saja Tuhan melakukan sesuatu dengan cara-Nya. Sampai kapan kita harus menunggu? Saya juga tak tahu. Yang pasti, Tuhan tak akan terlambat. Tuhan akan memberi kekuatan dan pengharapan baru ketika kita menunggu-Nya dengan setia. Mari mengerjakan tugas dan bagian kita sebaik-baiknya. Jangan malas dan jangan menyerah sampai Tuhan menolong kita untuk menerobos setiap rintangan yang ada! Carilah Tuhan dan turuti pimpinan-Nya. Percaya dan andalkan Tuhan saja, Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” (Roma 10:11)

“Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” (Mazmur 27:14)

 

AMIN

 

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English: The Life Journey 5 “BREAKING THROUGH THE OBSTACLES”

Foto oleh: Sella Irene

Advertisements

3 comments on “PERJALANAN KEHIDUPAN 5: “MENEROBOS RINTANGAN”

  1. Pingback: THE LIFE JOURNEY 5 “BREAKING THROUGH THE OBSTACLES” | BeautifulWords

  2. realchange4u
    September 2, 2015

    God is faithful. It is us that is not faithful always. God does not change with circumstances .We do sometimes. This story was a blessing to me and reminded me of God’s faithfulness and love.

    Jot to you

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,425 other followers

Archives

%d bloggers like this: