Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

PERJALANAN KEHIDUPAN 4: “BUKAN JALAN TOL”


Perjalanan Kehidupan 4 (BUKAN JALAN TOL)

“Saya telah berusaha mengerjakan hal ini sesuai dengan kehendak Tuhan. Namun ternyata tidak berjalan seperti yang saya harapkan.”

“Saya sudah taat kepada Tuhan dan berusaha melakukan yang terbaik. Tapi ada saja persoalan yang menghambat jalan saya.”

Kalimat di atas tidak asing, bukan? Meski dalam bentuk berbeda, kalimat semacam itu pasti pernah terlintas dalam hati dan pikiran kita, atau kita dengar dari mulut seseorang. Mungkin pula…..bibir kita sendiri yang memperkatakannya.

 

SELALU ADA RINTANGAN

PARA PESURUH HIZKIA : Saat kita melakukan kehendak Tuhan, bukan berarti semua orang akan sepaham dan mendukung.

Ketika HIZKIA menjadi raja, dia menguduskan kembali rumah Tuhan di Yerusalem. Dia memerintahkan kaum Lewi dan para imam agar menguduskan diri untuk mempersembahkan kembali korban bakaran kepada Tuhan dan memuji Tuhan seperti pada jaman raja Daud. Karena saat itu mereka belum merayakan paskah secara umum seperti yang ada tertulis, maka Hizkia mengirim pesan kepada seluruh Israel dan Yehuda, bahkan menulis surat kepada Efraim dan Manasye supaya mereka semua datang merayakan Paskah di rumah Tuhan di Yerusalem. Hizkia mengutus para pesuruh untuk menyampaikan maklumat itu ke seluruh Israel dan Yehuda agar mereka merendahkan diri dan kembali beribadah kepada Tuhan. Tapi apa yang dihadapi oleh para pembawa pesan kebenaran itu? “Ketika pesuruh-pesuruh cepat itu pergi dari kota ke kota, melintasi tanah Efraim dan Manasye sampai ke Zebulon, mereka ditertawakan dan diolok-olok.” (2 Tawarikh 30:10)

 

NEHEMIA : Banyak “musuh” yang akan berusaha menghalangi dan menggagalkan kita dalam menyelesaikan panggilan Tuhan.

NEHEMIA, juru minuman raja Artahsasta. Tuhan mempercayakan sebuah misi padanya untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Oleh campur tangan Tuhan, raja Artahsasta memenuhi permintaan Nehemia. Raja membekali Nehemia dengan surat untuk pengawas taman istana agar memberi Nehemia kayu yang dibutuhkan untuk pembangunan tembok dan pintu gerbang Yerusalem, serta surat-surat bagi para bupati yang daerahnya akan dilalui oleh Nehemia, agar mereka mengijinkannya lewat. Bahkan, raja menyuruh panglima-panglima perang dan orang-orang berkuda menyertai perjalanan Nehemia. Betapa luar biasa kemurahan Tuhan. Tetapi setelah itu persoalan demi persoalan menghadangnya :

 

DICELAKAI :
Empat kali Nehemia hendak dicelakai oleh orang-orang yang tak menyukai apa yang dikerjakannya.

“Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu dan musuh-musuh kami yang lain mendengar, bahwa aku telah selesai membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum kupasang pintunya, maka Sanbalat dan Gesyem mengutus orang kepadaku dengan pesan: “Mari, kita mengadakan pertemuan bersama di Kefirim, di lembah Ono!” Tetapi mereka berniat mencelakakan aku….. Sampai empat kali mereka mengirim pesan semacam itu kepadaku…..” (Nehemia 6:1-4)

 

DIFITNAH :
Karena tak berhasil memperdayai Nehemia, akhirnya mereka mengirim surat yang berisi fitnah bahwa tujuan Nehemia membangun tembok adalah karena Nehemia hendak memberontak pada raja Artahsasta dan mengangkat dirinya sendiri menjadi raja di Yehuda. Dengan tujuan menakut-nakuti Nehemia, mereka mengatakan bahwa raja Artahsasta akan segera mendengar berita itu (Nehemia 6:5-9) Tetapi Nehemia tidak goyah.

 

DICEMARKAN NAMA BAIKNYA :
Gagal dengan semua rencana liciknya, mereka menyuap seorang nabi palsu untuk menjebak Nehemia melalui sebuah nubuat bahwa malam itu Nehemia akan dibunuh, dan satu-satunya cara untuk lolos adalah Nehemia harus masuk dalam Bait Allah serta mengunci diri di sana.

“…..Untuk ini ia disuap, supaya aku menjadi takut lalu berbuat demikian, sehingga aku berdosa. Dengan demikian mereka mempunyai kesempatan untuk membusukkan namaku, sehingga dapat mencela aku.” (Nehemia 6:12-13)

Nehemia tahu nubuat itu palsu karena ia yakin bahwa Tuhan tidak mungkin menyuruhnya melanggar perintah Musa, yaitu orang awam tidak boleh memasuki Bait Suci (Bilangan 1:51 ; 18:7)

 

MUSA : Tantangan dari luar dan dalam.

Sejak awal pengutusan Musa untuk membebaskan umat Tuhan dari perbudakan di Mesir dan membawa mereka ke tanah perjanjian, Tuhan telah menyertainya dengan berbagai tanda ajaib dan mujizat. Tetapi tantangan yang dihadapi pun sangat banyak. Mulai dari Firaun yang mengeraskan hatinya, tentara Mesir yang mengejar Israel hingga laut Teberau, sampai peperangan melawan bangsa-bangsa yang negerinya dilalui oleh Israel. Bukan hanya itu. Musa masih harus menghadapi tantangan dari dalam, yaitu bangsa Israel sendiri. Hampir dalam segala situasi Israel selalu bersungut-sungut, marah, dan menyalahkan Musa (Kitab Keluaran, Bilangan, Ulangan). Benar-benar dibutuhkan kesabaran, keteguhan dan kerendahan hati untuk memimpin bangsa Israel.

 

JANGAN TAKUT

Seperti yang telah saya tulis dalam Perjalanan Kehidupan 1-3, semua manusia sedang berjalan ke satu arah: hari esok. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok (Perjalanan Kehidupan 1: Jalan di Balik Tikungan). Tapi orang yang berjalan bersama Tuhan mendapatkan jaminan masa depan karena Tuhan adalah Allah segala jaman. Tuhan telah mengetahui akhir dunia sejak awal penciptaan, saat bumi belum berbentuk dan kosong. Bahkan jalan hidup setiap manusia tak tersembunyi bagiNya. Pemazmur menulis “Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.” (Mazmur 139:16)

Tuhan bukan hanya mengetahui hari-hari yang akan terjadi, tetapi juga punya rancangan istimewa bagi setiap orang. Dalam kemahatahuanNya, Tuhan akan menuntun mereka yang bersedia menyambut Dia dan memberikan diri padaNya untuk menuju penggenapan rencanaNya (Perjalanan Kehidupan 2 : Memiliki Visi dan Perjalanan Kehidupan 3 : Harga Sebuah Pilihan).

Menggenapi rencana Tuhan bukan hal yang instan. namun memerlukan proses seumur hidup sampai kita kembali ke rumah Bapa. Mengapa? Karena ketika kita selesai dengan satu fase, Tuhan akan membawa kita menuju fase berikutnya seiring dengan pertumbuhan rohani dan kedewasaan kita untuk menerima kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar dari Tuhan. Setiap rintangan dan tantangan yang terjadi, dipakai Tuhan untuk membentuk hati dan karakter kita, sehingga kita siap untuk memasuki fase berikutnya.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk selalu taat pada setiap pimpinan Tuhan. Jika Tuhan memilihkan sebuah jalan, maka jalan itu pasti membawa kita pada penggenapan rencanaNya. Tetapi jalan pilihan Tuhan bukan berarti tanpa rintangan seperti jalan tol yang bebas hambatan. Mengapa? Karena Iblis tidak suka kita mengerjakan kehendak Tuhan. Iblis akan menggunakan apa saja bahkan siapa saja untuk menghalangi dan menggagalkan kita. Namun jangan gentar! Dalam Ulangan 3:21-22, Musa berpesan pada Yosua yang akan melanjutkan tugas Musa untuk memimpin bangsa Israel masuk ke Kanaan:

“Dan kepada Yosua kuperintahkan pada waktu itu, demikian: Matamu sendirilah yang melihat segala yang dilakukan Tuhan, Allahmu, terhadap kedua raja itu (Sihon – raja Hesybon, dan Og – raja Basan, yang diserahkan oleh Tuhan ke tangan Israel).

Demikianlah akan dilakukan Tuhan terhadap segala kerajaan, ke mana engkau pergi.

JANGANLAH TAKUT kepada mereka, sebab TUHAN, ALLAHMU, Dialah yang BERPERANG UNTUKMU.”

Musa tahu bahwa Yosua akan menghadapi banyak peperangan. Tetapi Musa juga tahu bahwa Tuhan pasti menyertai dan memberikan kemenangan bagi umatNya!

 

MAJU TERUS 

Tak ada cara lain! Kita harus terus melangkah maju dan pantang menyerah! Seperti para pesuruh Hizkia, Nehemia, dan Musa, serta masih banyak tokoh lain dalam Alkitab. Mereka juga menghadapi banyak rintangan dan tantangan, tapi mereka bukan orang yang mudah menyerah. Para pesuruh Hizkia tetap menjalankan tugasnya, Nehemia tetap membangun tembok Yerusalem sampai tuntas, dan Musa setia pada panggilan Tuhan sampai akhir hidupnya.

JALAN PILIHAN TUHAN BUKAN JALAN TOL YANG BEBAS HAMBATAN
TETAPI KEMENANGAN TELAH TERSEDIA BAGI YANG TEKUN BERJALAN DALAM PANGGILAN-NYA

Hari ini atau esok… Ketika kita sudah berjalan dalam jalan pilihan Tuhan namun kita dihadang oleh rintangan dan tantangan, jangan takut dan ragu untuk terus bergerak maju. Mari kita menjadi orang-orang yang teguh hati, tekun, setia, dan pantang menyerah. Mari maju terus dengan kekuatan dan pertolongan Tuhan. Seperti Tuhan menyertai hamba-hambaNya dalam Alkitab, Tuhan juga menyertai kita. Walau penuh rintangan dan tantangan, hasil akhirnya sudah jelas, yaitu kemenangan. Kelak ketika perjalanan hidup kita berakhir, kita bisa berkata seperti Yesus berkata pada Bapa:

“Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.” (Yohanes 17:4)

 

 

AMIN

 

 

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English : The life Journey 4 ‘NOT THE HIGHWAY” (click here)

Foto oleh: Sella Irene

 

 

 

Advertisements

4 comments on “PERJALANAN KEHIDUPAN 4: “BUKAN JALAN TOL”

  1. Pingback: PERJALANAN KEHIDUPAN 5: “MENEROBOS RINTANGAN” | BeautifulWords

  2. Pingback: The Life Journey 4 “NOT THE HIGHWAY” | BeautifulWords

  3. Eliza
    August 29, 2015

    Thank you for reading and following holdingforthhisword. May God bless us with His joy and peace in believing.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,423 other followers

Archives

%d bloggers like this: