Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

PERJALANAN KEHIDUPAN 3 “HARGA SEBUAH PILIHAN”


HARGA SEBUAH PILIHAN

Dalam dua tulisan sebelumnya tentang “Perjalanan Kehidupan 1: JALAN DI BALIK TIKUNGAN” dan “Perjalanan Kehidupan 2: MEMILIKI VISI”, kita tahu bahwa kita harus memiliki visi yang diwahyukan oleh Tuhan. Untuk mencapai visi itu, kita harus senantiasa mengandalkan Tuhan dan menuruti pimpinanNya karena hanya Tuhanlah yang mengetahui masa depan kita.

Ketika kita diperhadapkan pada pilihan-pilihan, hanya Tuhanlah yang mengetahui pilihan terbaik bagi kita. Sesungguhnya, Tuhan telah mengatur jalan-jalan kita sesuai dengan rencanaNya. Tetapi dalam hal itu pun kita bebas memilih: TAAT atau MENOLAK, PERCAYA atau MERAGUKAN, tetap SETIA pada jalanNya atau MENYIMPANG. Tuhan tidak memaksa kita mengikutiNya. Tetapi jika kita dengan sukacita mentaati Tuhan, maka kita akan menikmati kehidupan yang melimpah dengan penggenapan janji-janjiNya.

“Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.” (Mazmur 25:12)

MENANGGUNG RESIKO

Lot, anak saudara Abram, mengikuti Abram ketika Abram dipanggil Tuhan menuju suatu tempat yang dijanjikan Tuhan. Tuhan sangat memberkati Abram dan Lot, sehingga negeri yang mereka singgahi tak cukup lagi bagi mereka berdua. Kemudian Abram memberi kesempatan pada Lot untuk memilih. “Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan….. Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu,…. Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.” (Kejadian 13:10-12)

Apa yang salah dengan pilihan Lot?? Lot hanya memilih berdasar penglihatan matanya, menurut apa yang ia pandang baik. Lot tidak menanyakan keputusannya kepada Tuhan. Lot memilih menjalani hidupnya di tempat yang tidak berkenan kepada Tuhan, yaitu “Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan.” (Kejadian 13:13)

Dengan pilihan itu, Lot telah meresikokan dirinya dan seluruh keluarganya. Lot mengalami apa yang seharusnya tak perlu dialaminya, yaitu ditawan oleh musuh dan dirampas hartanya saat raja Sodom dan Gomora ditaklukkan oleh raja Kedorlaomer dan sekutunya. Meski ketika itu Abram berhasil membebaskan Lot beserta harta bendanya, namun pada akhirnya Lot tetap kehilangan semuanya, bahkan istri tercintanya yang menjadi tiang garam, saat Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora! (Kejadian 19:1-29) Semua yang ia bangun selama bertahun-tahun lenyap begitu saja…

MENERIMA ANUGERAH

Suatu ketika, kelaparan melanda Israel. Lalu pergilah Elimelekh, seorang Betlehem-Yehuda, beserta Naomi istrinya, dan kedua putranya, Mahlon dan Kilyon, untuk menetap di daerah Moab. Di sana, Mahlon dan Kilyon mengambil istri perempuan Moab, yaitu Orpa dan Rut. Kemudian matilah Elimelekh, Mahlon, dan Kilyon. Naomi yang sendiri di negeri asing, bermaksud kembali ke tanah Yehuda. Orpa dan Rut yang kini menjadi janda, tak memiliki kewajiban untuk terus mengikuti Naomi. Akhirnya Orpa memilih meninggalkan Naomi (Rut 1:1-14). Namun ketika Naomi mendesak Rut untuk pergi, inilah jawab Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi….bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku…” (Rut 1:16-17)

Orpa dan Rut, dua perempuan Moab yang sama-sama memiliki kesempatan memilih jalan bagi masa depan mereka. Orpa memilih pilihan yang memang wajar baginya. Tetapi Rut mengambil pilihan berharga yang tak dapat dinilai dan dibandingkan dengan apapun! Pilihan yang diambilnya kemudian membuatnya bertemu Boas. Bersama Boas, Rut melahirkan Obed. Kemudian Obed memperanakkan Isai, ayah raja Daud. Pada keturunan demi keturunan berikutnya, lahirlah Yesus Kristus. Itulah anugerah yang diterima oleh Rut. Sebagai buah dari pilihannya di masa lalu, nama Rut tertulis dalam silsilah Sang Juru Selamat! (Matius 1:5)

MEMILIH

Jangan memilih hanya berdasar pemikiran dan penglihatan kita sendiri. Tetapi “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6)

Harga sebuah pilihan sangat mahal: MASA DEPAN dan WAKTU.

Setiap pilihan yang kita ambil akan MENENTUKAN MASA DEPAN kita.

Saat kita menjalani sebuah pilihan, kita sedang MENGINVESTASIKAN WAKTU yang kita miliki, yang jika kita salah menggunakannya tak akan bisa kita peroleh kembali.

BETAPA MAHAL HARGA SEBUAH PILIHAN!

 

Jika saat ini Anda menyadari telah berada di jalan yang salah, jangan berkecil hati. Inilah janji Allah bagi Anda dan saya: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28) Apapun yang telah terjadi, Tuhan sanggup menolong dan memulihkan Anda dan saya.

Untuk langkah kita selanjutnya, kiranya ayat berikut ini menjadi doa dan pedoman kita agar menuai segala yang baik di masa depan:

“Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.” (Mazmur 86:11)

AMIN

 

 

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English: The Life Journey 3 “THE PRICE OF THE CHOICE” (click here)

Photo by: Sella Irene

Advertisements

7 comments on “PERJALANAN KEHIDUPAN 3 “HARGA SEBUAH PILIHAN”

  1. Pingback: PERJALANAN KEHIDUPAN 4: “BUKAN JALAN TOL” | BeautifulWords

  2. jmsabbagh
    August 22, 2015

    l enjoyed translating your posts and reading your thoughts.Thank you for following my blog .Best wishes.Jalal

    Liked by 1 person

  3. scatterwisdom
    August 22, 2015

    Fear and reality are two other things one needs to consider when a person considers choice. Fear of change is one factor. Reality of risk to obtain a sufficient means of livelihood. when a person chooses to move to another place..

    Today so many people are in exodus from war torn areas while at the same time the areas where they flee are fearing their own means of livelihood are being threatened by the exodus.

    Inspiring words may serve to help the spirit but may not help to serve a stomach.

    wish everyone would wise up and stop starting wars.

    Regards and goodwill blogging.

    Liked by 1 person

    • Hello there, thank you for your opinion and insightful comment. God’s peace and love upon you. May God uses you through your writing too.. Have a blessed day 🙂

      Liked by 1 person

  4. Pingback: THE LIFE JOURNEY 3 “THE PRICE OF THE CHOICE” | BeautifulWords

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,423 other followers

Archives

%d bloggers like this: