Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

PERJALANAN KEHIDUPAN 2: “MEMILIKI VISI”


Pderjalanan Kehidupan 2: MEMILIKI VISI

Dalam alegori yang saya tulis sebelumnya (Perjalanan Kehidupan 1: JALAN DI BALIK TIKUNGAN), saya menceritakan bahwa ada banyak pilihan jalan untuk mencapai tujuan. Apa yang paling penting dalam alegori tentang perjalanan kehidupan itu? Jalannya? Bukan. Yang terpenting adalah tujuannya! Jika kita tahu tujuan hidup kita, maka itulah yang menjadi dasar untuk kita menetapkan jalan yang kita pilih.

Sebagai anak Tuhan, jelas bahwa tempat tujuan kita dalam kekekalan adalah Rumah Bapa, Sorga yang mulia. Standar cara hidup kita pun sangat jelas, yaitu firman Allah. Tetapi selama kita menjalani hidup di dunia, Tuhan juga ingin kita mengambil peranan dalam rancangan besarNya. Untuk menggenapinya, kita harus bersedia hidup dalam rancangan khusus yang telah ditetapkanNya bagi setiap kita, yaitu dengan selalu menyelaraskan pilihan-pilihan kita dengan pilihanNya.

MENGERJAKAN VISI TUHAN

Tujuan yang harus dicapai oleh anak Tuhan adalah tujuan yang diwahyukan oleh Tuhan (visi). Jika tak memiliki visi, hidup kita akan berputar-putar tak tentu arah dan hanya membuang waktu saja. Apa yang Tuhan ingin kita lakukan dan kita capai, itulah yang harus menjadi fokus untuk kita kerjakan.

Dalam 33 tahun hidup Yesus di dunia, visiNya adalah mengerjakan kehendak Bapa, yaitu mati untuk menebus dosa manusia. Jangan berpikir Yesus tak punya kesempatan memilih jalanNya. Dalam sebuah doa di taman Getsemani, Yesus berkata, “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku,” tetapi Yesus telah menetapkan pilihanNya dan berkata, “tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39). Pada kesempatan lain ketika Yesus hendak ditangkap, salah seorang murid menghunus pedang dan memotong telinga hamba imam besar yang hendak menangkap Yesus. Apa kata Yesus? “Atau kau sangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?” (Matius 26:53). Kita semua yakin Yesus punya kuasa melakukannya. Tetapi Yesus tidak melakukannya karena, “Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian?” (Matius 26:54) Apa artinya? Yesus menyerahkan hakNya untuk memilih kepada Bapa. Dia sepakat dengan jalan yang dikehendaki Bapa bagiNya. Visi Bapa adalah visiNya. Yesus setia hidup dalam visi itu dan mengerjakannya hingga semua tuntas tergenapi.

Tuhan telah mempercayakan visiNya pada setiap kita. Seorang teman saya yang juga penulis, memiliki visi menggembalakan umat Tuhan melalui setiap tulisannya. Seorang teman lain memiliki visi mengubah hidup manusia melalui setiap gerakan tari yang diurapi Tuhan. Dia berkata, “Aku hanya memiliki waktu dua sampai lima menit dalam setiap penampilanku. Aku selalu berdoa agar dalam waktu dua sampai lima menit itu Tuhan memakai setiap gerakan tarianku untuk mengubah hidup orang yang melihatnya.” Mereka mendedikasikan hidup mereka untuk itu. Mereka melatih skill dan mengambil setiap kesempatan untuk bekerja sekaligus melayani Tuhan melalui talenta mereka. Dan saya, visi yang Tuhan letakkan di hati saya adalah menjadi “pena”-Nya Tuhan (Mazmur 45:1-2), yaitu “mengucapkan” perkataan yang diurapi Tuhan baik melalui nyanyian atau tulisan yang membawa keselamatan dan pertobatan.

LANGKAH DEMI LANGKAH

Hal spesifik apa yang telah Tuhan tanamkan dalam hati Anda? Hal spesifik apa yang sangat Anda rindukan untuk lakukan bagi Tuhan, yang semakin hari menarik hati Anda lebih dalam? Berdoalah agar Tuhan menyatakannya lebih lagi dan menuntun Anda untuk masuk dalam visiNya. “Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2:13)

Mungkin saat ini visi itu belum jelas secara keseluruhan. Mungkin kita hanya dapat melihatnya samar-samar. Mungkin visi itu terasa jauh dan terlampau besar untuk kita lakukan. Jangan ragu, Tuhan itu besar dan Dia berdiam di dalam kita. Bukan kita yang akan mengerjakannya sendiri, tetapi Tuhan yang bekerja di dalam kita. Tuhan akan membawa kita langkah demi langkah. Jika kita bertekun dan terus menyerahkan hidup kita kepada Bapa, maka suatu saat kita pasti mendapati diri kita sedang mengerjakan visiNya dan buahnya akan sangat nyata.

“Maka Allah damai sejahtera….kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukankehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.” (Ibrani 13:20-21)

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English: The Life Journey 2 “HAVE A VISION” (click here)

Foto oleh: Sella Irene

Advertisements

3 comments on “PERJALANAN KEHIDUPAN 2: “MEMILIKI VISI”

  1. Pingback: PERJALANAN KEHIDUPAN 4: “BUKAN JALAN TOL” | BeautifulWords

  2. Pingback: PERJALANAN KEHIDUPAN 3 “HARGA SEBUAH PILIHAN” | BeautifulWords

  3. Pingback: The Life Journey 2: HAVE A VISION | BeautifulWords

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,423 other followers

Archives

%d bloggers like this: