Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

PERJALANAN KEHIDUPAN 1: “JALAN DI BALIK TIKUNGAN”


Perjalanan Kehidupan 1 (JALAN DI BALIK TIKUNGAN)Tanpa terasa seminggu telah berlalu. Saat yang dinanti pun tiba. Kami segera berangkat karena tak mau terlambat. Setelah keluar dari komplek rumah, kami segera melaju di jalanan yang tentu saja tak sepadat hari kerja. Setelah melewati tikungan pertama, kami akan menjumpai pertigaan. Sudah pasti kami harus terus mengikuti jalur utama karena memang itulah jalan ke tempat tujuan kami. Anggap saja ini fase pertama.

Setelah itu, kami akan sampai di perempatan dengan traffic light. Di perempatan ini kami bisa memilih jalur lurus atau belok kiri. Kedua jalan itu dapat membawa kami ke tempat tujuan meski dengan rute dan jarak yang berbeda. Tetapi karena belokan ke kiri jalannya sedikit bergelombang, seringkali kami memilih untuk tetap lurus . Setelah itu kami tinggal mengikuti jalur utama sampai pertigaan berikutnya – dimana kami selalu mengambil arah ke kiri – karena jika ke kanan berarti kami akan memutar lebih jauh dan memerlukan waktu lebih lama meski akhirnya sampai juga ke tujuan. Anggap saja ini fase ke dua.

Hanya sekitar 100 meter kemudian, kami harus berbelok ke kanan memasuki jalanan satu arah. Di jalanan ini, seandainya kami baru menyadari ada barang yang tertinggal di rumah, kami tak bisa seenaknya berbalik arah karena antara jalur kami dengan jalur ke arah sebaliknya dibatasi oleh trotoar dengan taman di atasnya. Itu berarti kami harus terus melaju beberapa ratus meter sampai menemukan putaran. Anggap saja ini fase ke tiga.

Setelah melewati jalan satu jalur itu, kami memiliki banyak pilihan rute dengan kalkulasi jarak dan waktu yang tidak terlalu signifikan bedanya. Tentu saja semua rute menawarkan suasana dan kondisi yang berbeda. Kami bisa memilih jalur utama dimana kami akan menemui beberapa traffic light yang kadang macet di beberapa bagian, atau kami memilih salah satu dari beberapa jalur alternatif, yaitu melewati jalan-jalan kecil yang melintasi beberapa perumahan sederhana yang asri. Semua pilihan rute itu bisa membawa kami ke tempat tujuan.  Anggap saja ini fase ke empat. Pilihan sepenuhnya ada di tangan kami.

Itulah rute yang selama bertahun-tahun telah dan pasti saya lalui untuk menuju ke gereja tempat saya berjemaat dan melayani. Tak terhitung berapa ratus kali saya melewati rute yang sama, namun tak pernah satu kali pun saya berada pada detik dan detil situasi yang sama persis! Berapa ratus kali pun saya melewatinya, semua selalu berbeda: jumlah kendaraan yang berpapasan dengan saya, orang yang lalu lalang, baju yang dipakai pedagang di pasar, pejalan kaki yang menyeberang, jenis kendaraan di sebelah saya saat berhenti di traffic light, anak kecil yang berlarian di jalanan perumahan jika saya mengambil jalur alternatif, kecepatan angin, kelembaban udara, bentuk gumpalan awan yang dapat saya lihat dari jalan itu, dan lain-lain….. Semuanya berbeda!!!

ALEGORI

Seperti itulah kehidupan ini. Kita semua sedang bergerak untuk mencapai apa yang menjadi target dan tujuan hidup kita. Untuk menuju ke sana, kita harus melalui jalan dalam kehidupan yang tidak selalu lurus, tetapi memiliki banyak belokan. Adakalanya belokan itu hanya satu dan kita tinggal mengikutinya saja. Tapi adakalanya kita menghadapi persimpangan. Pada saat itulah kita harus memilih. Ow, tentu saja setiap pilihan mengandung tantangan tersendiri. Dan seperti halnya kita tak kan pernah mendapati detik dan detil peristiwa yang sama persis di jalanan yang kerap kita lalui sehari-hari, demikian pula dengan hidup ini. Sesering apapun kita melewati suatu tempat, kita hanya bisa memprediksi dari pengalaman bahwa pada jam tertentu jalanan tertentu akan macet, tetapi tetap saja kita tak akan tahu detilnya. Ada apa di balik tikungan di depan kita?? Apakah akan ada kendaraan yang mogok di tengah kemacetan? Apakah akan ada polisi yang menilang pengendara yang menyerobot jalur yang tidak seharusnya? Apakah ada pohon yang akan tumbang? Kita tak tahu!

Tidak ada pengetahuan dan pengalaman seluas apapun yang dapat membuat kita mengetahui secara persis apa yang akan kita hadapi dalam perjalanan hidup ini di masa depan.

Begitulah kehidupan. Ada banyak fase, ada banyak pilihan. Bagaimana kita mencapai tujuan dan melewati jalan menuju ke sana, semua tergantung kita. Apakah kita percaya pada diri sendiri, atau mempercayakan diri kita pada pimpinan Tuhan.

HANYA TUHAN YANG TAHU

“Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.” (Amsal 27:1)

Karena kita tak tahu masa depan, maka langkah paling bijaksana adalah mempercayakan setiap langkah kita kepada Tuhan.

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” (Yakobus 4:13-16)

Jika setiap fase dan persimpangan dalam kehidupan diibaratkan seperti sebuah tikungan jalan yang tak dapat kita lihat ujungnya, maka apa alasan kita untuk mengandalkan diri sendiri? Tak ada!!!

IKUTI PETUNJUK-NYA!

Jangan merasa aman karena telah memiliki planning masa depan terbaik. Tetapi letakkan rasa aman kita pada Tuhan yang memegang masa depan.

Bagi manusia, waktu di depan seperti sebuah misteri. Tetapi bagi Tuhan semuanya sangat jelas karena Dialah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Dalam hidup ini terlalu banyak tikungan dan persimpangan yang menjanjikan ketidakpastian! Jalan teraman adalah mengikuti pimpinanNya. Indikasinya jelas: Kita harus selalu berjalan dalam firmanNya karena Tuhan tak pernah bekerja bertentangan dengan firmanNya.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105)

Hari ini atau besok… jika kita sampai di ujung jalan yang berbelok dan bercabang, buka firmanNya, dengarkan suaraNya, taati pimpinanNya, karena kita tak akan pernah tahu ada apa di balik tikungan itu. Ikuti saja petunjukNya. Dia akan memastikan kita selamat sampai tujuan.

AMIN

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Posted in English: The Life Journey 1 “THE ROAD BEHIND THE BEND” (click here)

Foto oleh: Sella Irene

Advertisements

6 comments on “PERJALANAN KEHIDUPAN 1: “JALAN DI BALIK TIKUNGAN”

  1. Pingback: THE LIFE JOURNEY 1: THE ROAD BEHIND THE BEND | Beautiful Words

  2. Pingback: PERJALANAN KEHIDUPAN 2: “MEMILIKI VISI” | Beautiful Words

  3. Pingback: PERJALANAN KEHIDUPAN 4: “BUKAN JALAN TOL” | BeautifulWords

  4. Pingback: PERJALANAN KEHIDUPAN 3 “HARGA SEBUAH PILIHAN” | BeautifulWords

  5. Pingback: PERJALANAN KEHIDUPAN 2: “MEMILIKI VISI” | BeautifulWords

  6. Pingback: THE LIFE JOURNEY 1: THE ROAD BEHIND THE BEND | BeautifulWords

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,423 other followers

Archives

%d bloggers like this: