Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

DI DALAM TUHAN YANG BESAR


DI DALAM TUHAN YANG BESARAnak Tuhan tidak berbeda dengan orang lain yang harus menghadapi masalah dalam kehidupannya. Mereka bisa sakit, rugi, kehilangan pekerjaan, dan lain sebagainya. Adakalanya, masalah itu terasa demikian berat hingga serasa nyaris tak dapat bertahan. Ada pula masalah yang telah berlangsung bertahun-tahun, tak tahu kapan dan bagaimana akan berakhir.

Meski semua manusia harus menghadapi persoalan, tantangan, dan hambatan, tetapi ada sesuatu yang membedakan anak-anak Tuhan dengan orang-orang di luar Tuhan. Apakah itu? Kita memiliki Tuhan. Yaitu Tuhan Pencipta langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya, Tuhan yang berkuasa atas kehidupan dan kematian, sorga dan neraka. Itulah yang membedakan kita dengan orang di luar Tuhan.

 

MEMILIKI TUHAN YANG BESAR

 

Sejak kita membuka hati, menerima, dan mengakui Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi, kita sah menjadi anak Tuhan. Dan sejak saat itu pula, Tuhan tinggal dalam kita, dan kita tinggal di dalam Dia.

 

Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.

(1 Yohanes 2:23-24)

 

Selama kita tetap percaya dan menyembah Yesus yang adalah satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat, maka kita juga akan tetap tinggal di dalam Yesus dan Bapa. Masalahnya…. Meskipun sesungguhnya kita tahu bahwa kita memiliki Tuhan yang maha besar dan tinggal di dalam Dia, kadang saat menghadapi masalah tertentu kita cenderung hanya memperhatikan masalah kita dan fokus padanya. Semakin kita fokus pada masalah, maka masalah itu akan terasa semakin besar, semakin rumit, dan semakin terasa mustahil terselesaikan. Kita menjadi semakin lelah dan harapan kita semakin menipis. Kita menjadi lupa kalau kita memiliki Tuhan yang maha besar. Padahal, jika kita membaca Alkitab, seluruh kisah di dalamnya adalah tentang bagaimana Tuhan hadir dalam segala keadaan yang harus dihadapi umatNya: dalam peperangan, di tanah asing, di penjara, di lembah kekelaman, di padang gurun, di lautan, di pembuangan, di tanah perjanjian, di mana pun! Bahkan ayat terakhir dalam Alkitab, yaitu kitab Wahyu 22:21, ditutup dengan “Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.” Ini menunjukkan bahwa Tuhan tak pernah meninggalkan umatNya. Tapi, apakah kita benar-benar menyadari keberadaan Tuhan dengan segala kebesaranNya dalam hidup kita?

 

TAK MENYADARI

 

Dalam sebuah kunjungan wisata ke Kuala Lumpur, Malaysia, kami ingin melihat menara Petronas. Menurut informasi yang kami peroleh, menara Petronas berada satu kompleks dengan Suria KLCC mall. Kami pun menuju menara tersebut melalui mall. Setelah sekian lama berputar-putar di dalam mall dan mengikuti arah yang diberikan oleh beberapa orang, akhirnya kami tiba di salah satu bagian terbuka mall tersebut. Kami heran karena sejauh mata memandang, kami tak dapat menemukan menara itu, padahal kami telah mengikuti petunjuk arah dengan benar. Sekali lagi kami bertanya pada seseorang, dan dengan tersenyum orang itu mengarahkan telunjuknya ke atas kami. Kami pun melangkah keluar, membalikkan badan, dan mendongak ke atas. Ternyata, menara itu tepat di atas kepala kami, di tempat kami berdiri tadi! Berarti tadi kami telah berada di halaman dalam kaki menara, namun kami tak menyadarinya!

Bukankah hal semacam itu bisa terjadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari bahwa Tuhan yang maha besar telah bersama dengan kita. Kita sibuk sendiri dengan masalah kita dan bingung mencari solusi ke sana kemari. Ketika kita fokus pada keadaan, kita akan kehilangan fokus terhadap Tuhan. Akhirnya kita mencari alternatif lain yang kita anggap bisa menolong untuk keluar dari masalah. Kita tidak mengandalkan Tuhan, tetapi mengandalkan yang lain. Akibatnya, bukan penyelesaian yang kita peroleh, tetapi kita malah mengundang masalah baru dalam hidup kita.

 

Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.

Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila TUHAN mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama. (Yesaya 31:1,3)

 

Sangat mudah untuk mengetahui siapa atau apa yang kita andalkan: siapa atau apa yang kita ingat pertama kali saat mengalami masalah, itulah yang sesungguhnya sedang kita andalkan.

Mengapa kadang seseorang yang percaya Tuhan bisa tidak menyadari bahwa ia sedang bersama Tuhan yang besar? Karena kita menggunakan perspektif kita yang terbatas untuk mengukur kebesaran Tuhan yang tak terbatas.

Kebesaran Tuhan melebihi segala pengetahuan kita, tetapi kita membatasiNya dengan sudut pandang kita sendiri. Kalau penyelesaian suatu masalah tak sesuai harapan kita, kita berpikir bahwa Tuhan tak sanggup menolong. Jika nampaknya Tuhan tak segera bertindak dan keadaan menjadi semakin runyam, kita berpikir bahwa Tuhan terlambat. Saat Tuhan tak memberi apa yang kita minta, kita mengira Tuhan itu jahat. Ketika kita sudah berusaha keras namun gagal, sedangkan orang lain yang kemampuannya biasa saja tetapi dia berhasil, kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil. Lama kelamaan, kita terbiasa menggunakan akal dan takaran kita untuk mengatasi problem kehidupan. Akhirnya, kita kehilangan rasa aman dan menjadi gampang panik.

Saat kita membatasi Tuhan dengan pikiran kita, maka kebesaran Tuhan yang tak terbatas menjadi terbatas dalam hidup kita.

 

TAK MENGENAL

 

Di suatu malam berbadai, murid-murid Yesus sangat panik saat perahu mereka dihantam badai di tengah danau. Mereka berpikir bahwa mereka pasti mati. Lalu mereka membangunkan Yesus yang juga ada di perahu itu dan sedang tidur dengan tenangnya di tengah badai dahsyat itu. Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?” (Matius 8:26-27)

Mengapa murid-murid Yesus panik saat badai datang dan berpikir mereka akan mati? Karena meski mereka sedang bersama Tuhan yang maha besar, namun mereka kurang percaya. Mengapa mereka heran saat Yesus menenangkan badai itu? Jawabannya adalah karena meski mereka sedang bersama Tuhan yang maha besar, namun mereka kurang mengenal Dia. Padahal, sebelum peristiwa itu, mereka telah menyaksikan banyak mujizat yang telah dilakukan Yesus. Mereka melihat Yesus dengan penuh kuasa mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan berbagai penyakit. Namun semua itu tidak membuat mereka mengenal siapa sesungguhnya Yesus.

Melihat dan mengalami mujizat tidak otomatis membuat kita mengenal Tuhan Sang Pembuat Mujizat.

 

Bagaimana agar kita mengenal Tuhan dan segala kebesarannya? Melalui persekutuan dengan Tuhan dan firmanNya setiap hari. Kita harus membuka hati dan merelakan diri kita dipimpin oleh Roh Tuhan setiap waktu dengan menjadi para pelaku firman. Maka semakin hari kita akan semakin bertumbuh dewasa dan mengenal Tuhan. Pengenalan akan Tuhan itu akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan rohani kita. Karena itu kita tak boleh mengukur dan membatasi cara kerja Tuhan berdasarkan pengalaman kita sebelumnya. Segala sesuatu harus kembali pada firman Tuhan karena Tuhan tidak akan pernah menyimpang dari firmanNya. Oleh sebab itu, membaca firman Tuhan setiap hari sangat penting dan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap anak Tuhan. Hanya melalui firman Tuhan kita akan mengenal Tuhan, dan hanya melalui firman Tuhan maka iman kita akan semakin besar.

 

POSISI TERAMAN

 

Selama kita tinggal di dalam Tuhan yang besar, kita berada pada posisi teraman di dunia. Tak ada yang dapat membahayakan kita. Kita memang lemah, kita memang mudah di kalahkan, tetapi kita memiliki Tuhan yang maha besar.

 

TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? (Mazmur 118:6)

 

Hanya Tuhan Yesus yang berkuasa memberikan keselamatan, pengharapan, pertolongan, perlindungan, kesembuhan, kemenangan, masa depan, berkat, mujizat, dan apapun yang kita perlukan dalam hidup ini sampai kita kembali ke rumah Bapa. Percaya dan bergantunglah kepadaNya, karena kebesaranNya tidak terduga!!!

 

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” (Mazmur 91:1-2)

 

 

AMIN

 

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

POSTED IN ENGLISH: “WITHIN THE GREAT GOD” (click here)

Advertisements

6 comments on “DI DALAM TUHAN YANG BESAR

  1. Pingback: WITHIN THE GREAT GOD | BeautifulWords

  2. louisely
    July 14, 2015

    Reblogged this on Louisely's Blog and commented:
    Melihat dan mengalami mujizat tidak otomatis membuat kita mengenal Tuhan Sang Pembuat Mujizat…..

    Liked by 1 person

  3. louisely
    July 14, 2015

    Postingan ini memberkati sekali, Ibu

    Mohon ijin reblog ya 😊

    God bless you always 😇

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,425 other followers

Archives

%d bloggers like this: