Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

CAHAYA DI BALIK KEGELAPAN


Tulisan ini tidak ditujukan kepada orang-orang yang kisahnya tertuang di sini.

Juga tak dimaksudkan untuk membingkai kesedihan mereka.

Kisah ini diceritakan untuk mengarahkan mata kita, agar melihat kilauan cahaya di balik kegelapan yang tergelap dalam setiap masalah dan tetesan air mata.

Yaitu cahaya yang dipancarkan oleh hadirat Tuhan melalui setiap respon hati yang benar dari anak-anak Tuhan dalam setiap peristiwa.

Tak hanya peristiwa yang manis, namun juga kisah yang pahit, sakit, sedih, luka, bahkan kehilangan yang tak tergantikan.

CAHAYA DI BALIK KEGELAPAN

KISAH PERTAMA : BADAI SILIH BERGANTI

Dia adalah seorang wanita cantik yang selalu ceria, kuat, dan tabah. Pada usia yang terbilang muda, dia telah mengalami berbagai persoalan yang menerpa silih berganti. Demi merawat putra sulungnya yang mengidap kanker darah dan harus menjalani rawat inap di salah satu rumah sakit di luar negeri, ia harus rela beberapa tahun hidup terpisah dari suami tercinta dan anak ke duanya, yaitu anak bungsu mereka, yang menyandang autisme. Tapi hal itu tidak membuat suami istri ini patah semangat, hingga akhirnya pengharapan mereka membuahkan hasil. Putra sulungnya dinyatakan sembuh! Mereka sekeluarga pun berkumpul kembali. Satu masalah telah berlalu, namun masalah yang lain siap menghampiri. Suatu hari, wanita penuh semangat ini divonis menderita sebuah penyakit. Kemudian tibalah hari demi hari di mana ia harus bergumul melawan kanker yang menggerogoti tubuhnya sendiri.

Setelah melalui berbagai proses medis, pergumulan, pengharapan, dan doa, akhirnya dokter menyatakan bahwa ia sembuh. Ia bersyukur dan bersaksi kepada banyak orang tentang mujizat yang dialaminya. Tetapi tidak berselang lama, suatu hari tiba-tiba ia kejang dan pingsan. Ternyata sel kanker dalam tubuhnya  telah tumbuh lagi dan kali ini menyebar ke otak, payudara, paru-paru, dan bagian tubuh yang lain. Walau kanker tak mampu merampas semangat hidup dan pengharapannya, tak dapat disangkal betapa berat kesedihan dan pergumulan yang harus ditanggung oleh keluarga ini.

KISAH KE DUA : KEKASIH YANG DIRENGGUT TIBA-TIBA

Mereka adalah sepasang suami istri yang hidup rukun dalam kesederhanaan. Suatu hari, mereka pergi dengan mengendarai motor seperti yang biasa mereka lakukan. Namun hari itu terjadi sesuatu yang sangat tidak diharapkan. Motor mereka bertabrakan dengan sebuah truk. Bersyukur bahwa sang istri hanya luka ringan. Namun apa yang terjadi dengan suaminya? Suami yang dicintainya, pasangan hidup yang diberikan Tuhan untuknya, tewas ditempat kejadian! Kini, si istri yang sudah tak muda lagi dengan pendidikan yang pas-pasan, harus berjuang mencari nafkah untuk dirinya, sekaligus untuk putri serta cucunya, yang juga baru saja ditinggalkan suaminya untuk selama-lamanya.

Dua kisah di atas adalah kisah nyata. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang tekun beribadah dan melakukan apa yang mereka bisa untuk menjadi berkat. Mereka adalah para volunteer gereja yang telah melayani Tuhan selama bertahun-tahun, bahkan di saat mereka sedang mengalami berbagai masalah yang berat itu…..sampai hari ini!

Kisah mereka mewakili ribuan bahkan jutaan kisah sedih yang dialami anak-anak Tuhan, bahkan para pelayan Tuhan. Mengapa Tuhan mengijinkan semua kepedihan itu terjadi pada sebagian orang, sementara yang lain tak perlu mengalaminya??

JANGAN MENGHAKIMI

Lihat apa yang dialami Ayub dalam kitab Ayub, serta orang buta sejak lahir yang disembuhkan oleh Yesus dalam Yohanes 9. Lihatlah betapa mudahnya kita, sebagai manusia, menduga dan menyimpulkan bahwa apa yang dialami oleh sesama kita adalah karena dosa, bahkan kutuk. Alangkah mudahnya kita menghakimi, jika ada seseorang yang tiba-tiba ditimpa penyakit dan kemalangan, berarti ada sesuatu yang salah dengan orang itu sehingga Tuhan tidak berkenan kepadanya. Benarkah??

“Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.” (Roma 14:10)

“Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?” (Yakobus 4:12)

Kita tak punya hak untuk menghakimi dan menilai kehidupan siapa pun. Hal paling bijaksana yang harus kita lakukan saat saudara seiman kita ditimpa kemalangan adalah menghiburnya, mendoakannya, dan menolongnya dengan apa yang kita bisa.

KEKUATAN DAN PENGHARAPAN

Di balik dua kisah nyata yang saya ceritakan di atas, ada hal terindah yang saya tangkap. Mereka tidak menjadi kecewa dengan Tuhan! Mereka tetap datang beribadah, tetap tersenyum, dan tetap melayani Tuhan. Mereka tetap kuat dan tak kehilangan pengharapan. Itulah cahaya yang menerobos kegelapan, yang akhirnya orang lain pun dapat menangkapnya dan terberkati olehnya.

Mengapa mereka bisa tetap kuat? Karena mereka senantiasa berseru kepada Tuhan, dan di dalam hadirat Tuhan mereka selalu memperoleh kekuatan baru.

“Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.” (Mazmur 138:3)

“Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.” (Habakuk 3:4)

“dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar” (Kolose 1:11)

Mengapa mereka bisa tetap memiliki pengharapan? Karena mereka selalu melekat kepada Tuhan yang adalah sumber pengharapan.

“Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.” (Roma 15:13)

Semua kekuatan dan pengharapan yang mereka miliki bukan berdasar pada keadaan, tetapi bersumber dari Tuhan. Mereka mungkin punya banyak alasan untuk marah, kecewa, dan menjadi tawar hati. Tetapi mereka lebih memilih untuk tetap mempercayai Tuhan dan senantiasa tinggal dalam hadirat Tuhan. Itulah yang menguatkan mereka untuk tetap setia kepada Tuhan dan tetap melayani Tuhan di tengah segala persoalan.

BERJALAN BERSAMA BAPA

Setiap orang mempunyai jalan hidup masing-masing. Berbagai hal bisa terjadi dalam perjalanan itu. Kesedihan, keceriaan, kegagalan, keberhasilan, perjumpaan, perpisahan, dan berbagai dinamika kehidupan. Apapun itu, setiap orang memiliki bagian dan takarannya masing-masing.

Kita tak boleh iri dengan perjalanan hidup orang lain yang menurut kita lebih menyenangkan, tapi juga tak boleh memandang rendah seseorang yang sedang berada pada jalanan menurun dalam kehidupannya.

Kita harus mensyukuri segala sesuatu yang kita peroleh dalam perjalanan, sambil tak lupa membaginya dengan sesama.

Apapun yang sedang terjadi atau akan terjadi dalam perjalanan kita, selama kita berjalan bersama Bapa, kita harus percaya bahwa kita pasti aman bersamaNya.

Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. (Matius 10:29-31)

Jika jumlah rambut di kepala kita pun Bapa telah menghitung dan mengetahui jika sehelai saja terlepas, apalagi terhadap hal lain yang terjadi dalam perjalanan hidup kita. Dan jika Bapa begitu peduli terhadap sehelai rambut yang jika rontok bisa tumbuh kembali, apalagi terhadap keselamatan dan kesejahteraan kita, anakNya. Tak satu hal pun dapat menimpa kita tanpa seijin Bapa. Dan jika sesuatu diijinkan terjadi oleh Bapa, itu berarti semuanya sudah dalam perhitunganNya yang sempurna. “Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian.” (Ayub 12:13)

Yang harus kita lakukan adalah terus hidup dalam pengharapan dan memelihara iman kita sampai akhir, sehingga orang lain dapat melihat terang Tuhan yang terpancar melalui hidup kita dalam situasi yang tergelap sekalipun!

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:12)

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7)

AMIN

Oleh : Sella Irene – Beautiful Words

UPLOADED IN ENGLISH: A LIGHT BEHIND THE DARKNESS (click here)

Foto oleh : Sella Irene

Advertisements

4 comments on “CAHAYA DI BALIK KEGELAPAN

  1. Pingback: IMAN DAN BERSERAH | Beautiful Words

  2. Pingback: A LIGHT BEHIND THE DARKNESS | BeautifulWords

  3. louisely
    July 8, 2015

    Why bad things happen to good people….

    Itu mungkin pertanyaan yg sering muncul saat lihat peristiwa buruk yg terjadi pd orang yg notabene ‘takut akan Tuhan’ , ya Bu…

    Liked by 1 person

    • Jujur… iya sih, itu yang ada di benak banyak orang, kadang termasuk kita juga.
      Raja Daud membuat perbandingan antara orang benar dengan orang fasik. Kita sering melihat orang fasik justru berhasil dalam hidupnya, sedangkan orang benar banyak ditimpa persoalan. Dan Daud menulis tentang hal itu seperti ini:

      TENTANG KEBERHASILAN ORANG FASIK YANG HANYA SEMENTARA dalam Mazmur 37:35-36 “Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar seperti pohon aras Libanon; ketika aku lewat, lenyaplah ia, aku mencarinya, tetapi tidak ditemui.”

      TENTANG ORANG BENAR YANG DITIMPA HAL-HAL BURUK dalam Mazmur 34:19 (34:20) “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;”
      Dan dalam Amsal 24:16 “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.”

      Puji Tuhan kita memiliki Pembela, Pelindung, Penolong, dan Bapa yang setia. Amin

      Thank you sudah membaca dan thanks buat komentarnya. Tuhan Yesus memberkati 😉

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,427 other followers

Archives

%d bloggers like this: