Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

Maximum Lives : HIDUP DALAM RANCANGAN TUHAN


Maximum Lives: HIDUP DALAM RANCANGAN TUHAN

Maximum Lives: HIDUP DALAM RANCANGAN TUHAN

Sedari kecil, seorang anak diajari bahwa untuk menjadi yang terbaik harus menjadi yang nomor satu. Dalam perkembangannya, dia fokus bagaimana meraih posisi puncak di setiap fase hidupnya. Akhirnya tertanamlah sebuah nilai bahwa kesuksesan hidup berarti rangking satu, berprestasi, punya kedudukan yang semakin tinggi, dan ujungnya menghasilkan kemakmuran, yaitu kekayaan. Mereka menjadikan itu sebagai target dan tujuan hidup. Karena itu banyak orang menghabiskan sebagian besar tahun-tahun dalam hidupnya untuk mencapai apa yang disebut kesuksesan, lagi dan lagi, terus dan terus, tiada habisnya. “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya…” (Pengkhotbah 5:9)

Tanpa disadari, banyak orang memandang dan menjalani hidup seperti sebuah kompetisi. Mereka ingin mengungguli pencapaian orang lain, dan merasa puas saat berhasil mencapainya. Namun rasa puas itu tak akan bertahan lama, karena beberapa waktu kemudian pasti muncul orang lain yang lebih baik darinya. Mereka tersanjung saat dipuji, terluka saat ditolak, marah saat dikritik, dan tersinggung saat kredibilitasnya diragukan. Sebuah kebanggaan dan kepuasan tersendiri jika mendapat pengakuan sebagai orang yang sukses, dihormati, dan dihargai. Tentang hal ini firman Tuhan berkata, “Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain…” (Pengkhotbah 4:4)

APA DAN SIAPA

Raja Salomo adalah figur sukses seorang manusia. Dia pemegang kekuasaan, kaya raya, dan berhikmat. Dia sangat disegani dan dihormati, bukan hanya oleh pegawai dan rakyatnya, namun bahkan oleh raja-raja lainnya. Salomo berkata tentang dirinya,“…..aku menjadi besar, bahkan lebih besar dari pada siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku; dalam pada itu hikmatku tinggal tetap padaku.” (Pengkhotbah 2:9) Tetapi pada suatu titik dalam hidupnya, dia berkata pula, “Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari.” (Pengkhotbah 2:11)

Apakah tidak boleh ingin menjadi yang terbaik? Tentu boleh. Apakah salah berjuang untuk mencapai prestasi? Tentu tidak. Perlukah berusaha untuk sukses? Harus! Tetapi pertanyaannya adalah, “Untuk apa dan siapa kita melakukan semua itu?” Mari sama-sama berhenti sejenak untuk merenungkan kembali apa sesungguhnya yang menjadi motivasi kita di balik semua hal yang kita kerjakan. Karena jika dasarnya salah, maka semua yang kita bangun dengan susah payah diatasnya akan sia-sia.

BLUEPRINT DARI TUHAN

Sebuah gedung dibangun sesuai dengan blueprint yang telah dibuat oleh perancangnya, selaras dengan fungsi dan tujuan sang perancang atas bangunan itu. Begitu pula Tuhan Sang Pencipta. Tuhan memiliki blueprint, yaitu sebuah rancangan spesifik yang telah Ia tetapkan bagi setiap kita sejak semula. Saat kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka gambar Allah dalam diri kita yang semula rusak karena dosa, dipulihkan kembali. Sejak itu kita tidak lagi hidup bagi diri sendiri, tetapi menjadi bagian dari keseluruhan rencana Tuhan yang besar. Setiap kita memiliki peranan yang unik di dalamnya. Untuk mengerjakan panggilan mulia itu, kita harus hidup di dalam blueprint yang sejak semula telah dirancang oleh Tuhan. “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10) Seharusnya, inilah yang menjadi tujuan hidup kita! Seharusnya, inilah alasan kita untuk melakukan segala hal, yaitu melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11) Inilah kuncinya agar setiap hal yang kita lakukan tak sia-sia seperti usaha menjaring angin, yaitu jika kita hidup dan tinggal di dalam rancangan Tuhan. Inilah kesuksesan sejati yang bukan hanya akan memuaskan hati kita, tetapi juga pasti memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.

MENGERTI KEHENDAK TUHAN

Bagaimana agar senantiasa hidup dalam rancangan Tuhan dan tidak salah dalam mengambil keputusan di setiap fase hidup kita? Yaitu dengan mengetahui kehendakNya bagi kita.

“…..supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah” (Kolose 1:9-10)

Kita tak akan bisa mengerti kehendak Tuhan secara spesifik bagi hidup kita, kecuali Tuhan sendiri yang mewahyukannya. Untuk itu kita harus meminta hikmat dan pengertian yang benar, yang berasal dari Allah sendiri. Kita harus senantiasa menundukkan pikiran kita di bawah pikiran Kristus. Kita harus belajar untuk terus menerus bersandar pada Tuhan dalam mengambil setiap keputusan. Jangan bersandar pada pengertian dan pertimbangan kita sendiri, karena segala sesuatu yang kita anggap baik belum tentu terbaik bagi kita dalam pandangan Tuhan. Tuhan berfirman: “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:9)

Jika terus hidup dalam kehendak Tuhan, maka hidup kita akan semakin berkenan di hadapanNya. Mengapa? Karena kita tidak mengerjakan agenda kita sendiri dan demi kepentingan diri sendiri, tetapi mengerjakan segala hal sesuai rancangan Tuhan. Jika kita terus hidup di dalamnya, maka setiap langkah yang kita lalui, akan membuat kita semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Allah lebih lagi. Sebagai hasilnya, hidup kita akan berbuah secara maksimal bagi kemuliaanNya.

DARI DIA, OLEH DIA, KEPADA DIA

Jangan berusaha menjadi yang terbaik karena ingin dipuji. Jangan berjuang meraih prestasi karena ingin membuktikan diri. Jangan mengejar kesuksesan hanya untuk hebat di mata manusia. Tetapi lakukan semuanya karena kita mengasihi Bapa dan rindu menyenangkan hatiNya. Dan biarlah kerinduan itu mendorong kita untuk terus mencari kehendakNya dalam setiap fase hidup kita. “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:17) Memang Tuhan tidak akan memberi gambaran seutuhnya dalam seketika, tetapi Tuhan akan menuntun kita langkah demi langkah untuk mengerjakan pekerjaanNya dan membawa kita hidup dalam rancanganNya.

Perjuangkan dan raih posisi-posisi yang terbaik agar dapat memancarkan terangNya.

Perlengkapi diri agar memiliki kesiapan untuk menempati posisi-posisi strategis agar bisa menjadi saluran berkatNya.

Semua demi nama dan kemuliaan Allah, bukan kita.

Milikilah impian setinggi-tingginya, kemudian kerjakan dengan sungguh-sungguh. Namun, pastikan bahwa semuanya selaras dengan rancangan Tuhan bagi hidup kita.

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36)

HANYA BAGI KEMULIAAN NAMA TUHAN

AMIN

POSTED IN ENGLISH “MAXIMUM LIVES: LIVING IN GOD’S PLAN”

(CLICK HERE)

Oleh : Sella Irene – Beautiful Words

Foto oleh: Sella Irene

Advertisements

4 comments on “Maximum Lives : HIDUP DALAM RANCANGAN TUHAN

  1. Pingback: MAXIMUM LIVES: LIVING IN GOD’S PLAN | Beautiful Words

  2. Pingback: MAXIMUM LIVES: LIVING IN GOD’S PLAN | BeautifulWords

  3. Karina Susanto
    June 25, 2015

    OK! I got the point, finally. You may not know what the world lies ,especially in the business world. There is always a spiritual warfare between always walk in God’s path and the worldly ways. It often so hard and difficult to undergo what supposed to be run. fortunately, we have God who remarkable loves us, He is the provider. He always provide the best way to be on the high position without compromising our faith and belief to God. God has set everything in accordance with His marvelous blueprint. Could be on the highest position whatever we are is a wonderful blessings and God has set it all to us in advance. Simply Wonderful reminder about the life’s purpose and goals 🙂

    Liked by 1 person

    • Thank you for your effort to read my writing in my bahasa. I really appreciate it. I know you are the entrepreneur who loving God and fear to the Lord. I also believe you will continue to be a role model for many entrepeneurs, that it is not impossible to obey God and walk in the truth, even in the middle of the hard situation, because nothing is impossible in Jesus.
      God bless and be with you in every step and decision. Amin.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,425 other followers

Archives

%d bloggers like this: