Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

“PAKAILAH AKU, TUHAN”


"Pakailah aku, Tuhan"“Tak ada yang terlalu lemah untuk bisa dipakaiNya. Tak ada yang terlalu kecil untuk berguna bagi kerajaanNya. Semua jiwa berharga dan bisa menjadi alat yang mulia di tangan Allah yang maha kuasa.”  

(Sella Irene – Beautiful Words)

Christopher Duffley adalah seorang anak yang dilahirkan prematur, yaitu dalam usia kandungan 26 minggu. Ia lahir dalam keadaan mata yang buta dan berat badannya hanya 1 pon dan 2 ons, di mana seluruh sistem tubuhnya mengandung heroin/kokain. Dokter mengatakan bahwa kesempatannya untuk bertahan hidup hanyalah 50 persen. Tetapi Tuhan memiliki rencana istimewa bagi Christopher Duffley. Tuhan membuatnya bertahan hidup. Dan bukan hanya sekedar hidup, tetapi lebih dari itu. Tanpa seorang pun menyangka…..bahwa kelak Tuhan akan memakai Christopher Duffley dalam pekerjaan besarNya!

Pada usianya yang ke lima tahun, Duffley  didiagnosa menderita autis. Seperti kita tahu, penderita autis memiliki masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain.  Tetapi justru kondisi itulah yang dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan kemuliaan dan kuasaNya. Di balik  kekurangan dan kelemahan Duffley, Tuhan memberinya kemampuan yang luar biasa. Duffley gemar membunyikan bunyi-bunyi ritmis seperti beat-box. Dia juga bisa menirukan suara alat-alat musik seperti piano, gitar dan lainnya dengan sangat baik. Menyadari hal ini, paman dan bibinya membimbingnya untuk mendengarkan lagu-lagu rohani. Kebiasaan ini akhirnya membuat Christopher Duffley suka menyanyi, khususnya lagu-lagu pujian kepada Tuhan. Keistimewaan Christopher Duffley akhirnya menarik minat seorang produser musik ternama, untuk membuat album musik rohani bagi Duffley.

Dilahirkan prematur dalam keadaan buta, disusul kemudian divonis menderita autis, kini Christopher Duffley bertumbuh sebagai remaja yang telah menginspirasi dunia. Kisah hidupnya telah menyentuh dan memberkati banyak orang. Lagu-lagu yang dinyanyikannya telah “berbicara” kepada banyak telinga dan hati yang mendengarnya. Melalui kisah ini kita melihat, bahwa tak ada apapun yang sanggup membatasi kuasa Allah. Tuhan sanggup memakai siapa saja dan dalam kondisi apa saja.

Kuasa Tuhan tidak terbatas

Setiap kita pasti memiliki kelemahan dan kekurangan, apapun bentuknya. Sebagai manusia, kita lebih mudah melihat segala kelemahan dan kekurangan itu, dibanding melihat kebesaran Allah. Akibatnya, kita menjadi sedih, merasa tak berguna, tak berani berharap, kecewa dengan keadaan, bahkan kecewa dengan Tuhan. Ketahuilah, setiap kita istimewa dihadapan Bapa! Firman Tuhan berkata, “Mata-Mu melihat aku selagi bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.” (Mazmur 139:16). Tuhan memiliki rencana istimewa buat kita, dan rencana itu tak akan gagal untuk digenapiNya.

Saat ini, bagaimana pun keadaan kita, janganlah berkecil hati, karena kelemahan kita justru membuka kesempatan bagi Allah untuk menyatakan kuasaNya yang sempurna. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku  bagimu , sebab justru dalam kelemahanlah  kuasa-Ku menjadi sempurna.” (2 Korintus 12:9).

Saat ini, apa kata orang tentang Anda? Apakah orang menilai Anda bodoh, lemah, hina, tak berarti?? Jangan dengarkan mereka! Inilah kata Bapa di Surga tentang Anda:

“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.” (1 Korintus 1:27-29)

Mari kita berhenti mengeluh dan menggerutu hanya karena kita memiliki kelemahan, atau bahkan kita menyalahkan Tuhan dan menilai bahwa Dia tidak adil. Mari kita berhenti bertanya, “Tuhan, mengapa Kau memberikan semua ini padaku?” Tapi mari kita mulai mengatakan, “Tuhan, pakailah  kelemahanku untuk menjadi saluran berkatMu. Jadikan aku alatMu.” Amin.

Cerita selengkapnya tentang Christopher Duffley silahkan klik disini dan disini

 

Oleh : Sella Irene dan Sandra Clarita

Foto oleh: Sella Irene – Beautiful Words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,423 other followers

Archives

%d bloggers like this: