Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

TANGAN BAPA (Posted in English: FATHER’S HANDS)


TANGAN BAPASaya sedang menulis sebuah kesaksian seorang teman yang disembuhkan Tuhan dari penyakit kanker akut, ketika tiba-tiba Tuhan mengingatkan saya sebuah peristiwa beberapa tahun silam, yang sebenarnya nyaris terlupakan. Tak pernah terlintas untuk mempublikasikan hal itu di blog yang bisa dibaca oleh siapa saja. Tetapi setelah mendengar pengalaman dramatis teman saya, saya merasa bahwa setiap pekerjaan Tuhan harus dihargai dan dibagikan pada orang lain, agar menumbuhkan kekuatan dan pengharapan bahwa Tuhan itu hidup, setia, penuh kasih, dan maha kuasa.

Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa (Mazmur 96:3)

DASAR YANG BENAR

BERJAGA-JAGA DAN BERDOA SENANTIASASuatu pagi di bulan Januari 2010. Tiba-tiba saya merasakan nyeri yang hebat di perut bagian bawah. Terasa melilit dan kram seperti di peras sehingga terdorong buang air kecil tiap beberapa menit sampai badan saya gemetar dan berkeringat dingin. Saat diraba terasa sebuah benjolan keras yang cukup besar. Seorang saudara seiman menyarankan konsultasi ke dokter kandungan. Setelah melalui beberapa pemeriksaan, tiba-tiba saya dihadapkan pada kenyataan mengejutkan. Terdapat sebuah tumor di rahim saya dan harus segera di operasi.

Masalah tak akan mengetuk pintu jika ia datang, tak pernah membuat appointment kalau ia akan datang, dan tak pernah bertanya apakah kita sudah siap menerima kedatangannya.

Saya tak pernah menyadari sejak kapan tumor itu ada karena selama ini semua baik-baik saja. Tetapi itulah hidup. Kita tak tahu apa yang akan terjadi. Masalah datang tiba-tiba. Kehidupan kita bisa goyah dan bahkan roboh jika tidak berjaga-jaga dan berdoa senantiasa.

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya. (Matius 7:26-27)

Hal terpenting dalam hidup ini bukanlah karir, materi, prestasi, popularitas, dan semacamnya. Yang terpenting adalah keintiman dengan Sang Juru Selamat. Jika hanya serius membangun hidup di area materi dan hal-hal jasmani tetapi tidak berusaha sungguh-sungguh hidup dalam Firman Tuhan dan hadirat Tuhan, itu sama seperti membangun rumah di atas pasir. Bahkan Injil Lukas menulis sebagai “tanpa dasar” (Lukas 6:49). Bayangkan betapa rapuhnya meski dari luar nampak luar biasa. Jika tidak membangun dasar yang benar dalam Tuhan, kita akan roboh jika badai kehidupan datang.

TIDAK SENDIRI

Ketika mendengar vonis dokter, ada dua hal yang mengganggu hati saya. Pertama, apakah tumornya berbahaya? Kedua, dari mana mendapat biaya operasi yang bagi kami nominalnya tak sedikit? Saat itu kami baru saja recovery dari masalah bisnis sehingga tak ada dana untuk kebutuhan tak terduga seperti itu. Tetapi operasi harus dilakukan karena posisi tumor menekan kandung kemih. Hari demi hari kami berdoa membawa hal itu pada Tuhan, belajar percaya, dan terus berharap. Lalu dengan bulat hati ditentukanlah tanggal operasi. Kami percaya bahwa jika Tuhan mengijinkan masalah ini terjadi, maka Tuhan pasti memberikan jalan keluar. Dalam keadaan itu, kami bersyukur memiliki keluarga dan saudara-saudara seiman yang mendukung kami dalam doa dan kasih.

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!
Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. (Galatia 6:2)

Dalam hidup ini kita tak bisa sendiri. Tak ada orang Kristen yang bisa bertumbuh dengan sehat dan kuat jika sendiri. Kita memerlukan komunitas yang benar dalam persekutuan dengan saudara seiman. Karena itu saya menganjurkan Anda untuk bergabung dalam cell grup di gereja Anda. Dalam kelompok kecil kita bisa lebih saling mengenal, saling mendoakan secara pribadi, saling menguatkan. Jika melakukan kesalahan atau menyimpang dari iman kepada Kristus, ada saudara seiman yang menegur dan mendorong kita untuk kembali, serta saling menolong seperti yang saya alami.

JEHOVAH JIREH

JEHOVAH JIREHTibalah waktu yang ditentukan. Pertengahan Februari 2010. Saat itu, meski sebelumnya kami telah menerima berkat Tuhan dengan nominal tertentu, namun jumlahnya masih sangat kurang dibanding yang dibutuhkan. Tetapi tepat pada pagi hari sebelum kami berangkat ke rumah sakit untuk persiapan operasi, dengan ajaib Tuhan melengkapi jumlahnya menjadi 50 persen dari total biaya keseluruhan. Tapi sejujurnya hati saya masih galau. Bagaimana mendapatkan sisanya? Bagaimana jika operasi sudah dijalankan sedangkan tak ada biaya melunasinya? Lalu suami saya memberi sebuah pemahaman yang meneguhkan hati saya:

Dalam bisnis yang saat itu kami jalankan, kami menerapkan sistem down payment 50 persen sebagai jaminan untuk mengerjakan jasa sesuai permintaan customer. Jika kepada manusia kami percaya dan berani melangkah, tidakkah seharusnya kami lebih yakin dan percaya kepada Tuhan?! Betapa tak tahu terimakasih dan tak menghormati Tuhan jika kami masih kuatir! Dan memang terbukti!! Dengan cara ajaib Tuhan menyediakan semuanya. Sebelum keluar dari rumah sakit, semua biaya telah tersedia, bahkan melebihi yang dibutuhkan!!

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:19)

Janji Tuhan bukan hanya memenuhi segala keperluan kita, tetapi memenuhi seturut kekayaan dan kemuliaanNya. Tuhan memiliki banyak cara untuk melakukannya. Kalau Tuhan sudah memerintahkan sesuatu, Dia pasti bertanggung jawab menyelesaikannya.

Jika Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi, Tuhan juga menyediakan jalan keluarnya. Bukan hanya selesai, tetapi ada berkat besar sebagai bonusnya.

KEKUATAN DOA

Selama operasi, saya dibius total dan tidak sadar selama kurang lebih 5-6 jam. Selama kurun waktu itu, suami saya mondar-mandir di ruang tunggu sambil terus menerus berdoa dan berbahasa roh. Pemimpin rohani dan sahabat juga datang dan berdoa buat saya. Karena kuasa doa, semua berjalan lancar. Bukan hanya selama operasi, tetapi Tuhan juga mengambil semua rasa sakit pasca operasi, sehingga saya hanya mengalami efek minimal untuk menyembuhkan luka operasi.

Saya juga sangat bersyukur karena hasil pemeriksaan laboratorium pada jaringan tumor yang diambil adalah tumornya jinak dan tak ada yang perlu ditangani lebih lanjut. Saya disembuhkan dengan sempurna dan bisa melayani pekerjaan Tuhan lagi. Semua hanya oleh anugerah Tuhan.

TAK PERNAH SETENGAH-SETENGAH

Dalam masa pemulihan pasca operasi di rumah sakit, di ranjang sebelah saya terbaring lemah seorang ibu tua dengan semacam selang di hidungnya untuk memasukkan makanan halus langsung ke lambungnya. Keluarganya dengan bangga bercerita bahwa ibu itu sangat sehat, nyaris tak pernah sakit. Dia hanya tak mau dan tak bisa makan sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Sambil melihatnya saya berkata dalam hati, “Orang ini enak sekali Tuhan, dia sehat. Aku ingin seperti dia.” Seketika itu juga Tuhan mengatakan sesuatu yang membuat saya tersentak, “Seperti ini kamu bilang sehat?”. Saya terkejut dan tertegun. Seketika hati dan pikiran saya dibanjiri suatu pemahaman mendalam yang tak terjelaskan dengan kata-kata, betapa Tuhan itu sangat mau memberikan yang “terbaik dari yang terbaik” buat anak-anakNya. Berkatnya tak pernah setengah-setengah. Pemberian dan berkatnya itu SEMPURNA. Lalu Tuhan mengingatkan saya sebuah ayat yang saya terima akhir tahun sebelumnya (2009): “Sebab Tuhan, Allahmu, pengasih dan penyayang: ia tidak akan memalingkan wajah-Nya daripada kamu, bilamana kamu kembali kepada-Nya!” (2 Tawarikh 39:9b). Seperti seorang anak yang dekat dengan ayahnya, demikianlah Tuhan ingin selalu dekat dengan kita agar Dia dapat melimpahkan kasih sayangNya

Saat merenungkan kembali semua pengalaman itu, saya melihat tangan Bapa menjagai saya bahkan saat saya tak menyadarinya. Tuhan menghindarkan saya dari kesakitan ketika bertahun-tahun tumor itu ada tanpa saya sadari. Tuhan menemani saat saya dalam keadaan tak sadar di meja operasi. Tuhan menyediakan semua biaya yang diperlukan, bahkan ada sisanya. Tuhan menyembuhkan saya sepenuhnya. Tuhan menunjukkan kasihNya pada saya melalui suami, keluarga, dan saudara seiman.

Betapa baiknya Tuhan, terpujilah namaNya. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Oleh: Sella Irene – Beautiful Words

 

All photos by: Sella Irene

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,423 other followers

Archives

%d bloggers like this: