Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

VISI DAN PROFESI TERTINGGI


VISI DAN PROFESI TERTINGGISejak kecil kita telah dilatih untuk memiliki visi pribadi. Sebuah tujuan tertentu yang kita jadikan pencapaian tertinggi. Bahkan seorang anak kecil pun memiliki imajinasi untuk menjadi dokter, pramugari, insinyur, guru, artis, dan sebagainya. Itu sangat bagus karena membuat mereka punya tujuan yang positif, meski seiring pertambahan usia seringkali cita-cita mereka berubah. Mengapa? Karena semakin dewasa seseorang maka ia semakin bisa mengukur potensi dan mengenali minatnya.

 

Dalam melakukan segala sesuatu dan menjalani profesi apapun, kita harus punya visi yang jelas dan tidak sekedar menjalani rutinitas. Karena visi akan membuat kita bergairah, terarah, dan produktif.

 

“Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat..” (Amsal 29 : 18)

“Where there is no vision, the people perish..” (Proverbs 29 : 18 KJV)

 

 

DIPANGGIL UNTUK SEBUAH TUJUAN

 

Sebagai anak Allah, kita adalah ahliwaris yang berhak menerima janji-janji Allah (Roma 8 : 17). Janji berkat, perlindungan, pertolongan, pembelaan Tuhan, kesembuhan, sukacita, pengharapan, lebih dari pemenang. Setiap kita pasti punya ayat emas favorit. Itu sangat baik karena Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita (Mazmur 119 : 105). Tetapi kita diselamatkan untuk sebuah tujuan, bukan hanya supaya kita bisa menikmati kasih karunia Tuhan bagi diri sendiri.

 

Amanat Agung

 

Setiap pengikut Kristus pasti tahu Amanat Agung, bahkan mungkin menghafalnya. Namun seiring bertambahnya “pengetahuan” kita akan firman Tuhan, Amanat Agung hanya menjadi slogan yang indah, yang sering dijadikan tema dalam KKR atau perayaan Natal. Tapi secara pribadi, hati kita lebih tersentuh dengan ayat-ayat seperti : “Jangan kuatir”, “Jangan takut”, “Tuhan Gembala yang baik”, “Kamu akan jadi kepala dan bukan ekor”, “Tuhan adalah pembelamu”, “Tuhan menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku”, “Berkat Tuhan ada atas kepala orang benar”, dan ribuan ayat lain yang lebih “berbicara” untuk problem kita sehari-hari. Hal itu tidak salah, tapi Firman Tuhan bukan hanya berisi janji Tuhan. Firman Tuhan juga memberi perintah-perintah untuk kita lakukan.

 

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti SEGALA perintah-Ku”

Yoh 14 : 15

 

Hasrat terbesar Tuhan adalah menyelamatkan manusia. Itulah alasanNya turun ke dunia dan mengorbankan nyawaNya.

Jika Tuhan sedemikian mengasihi jiwa-jiwa, tidakkah kita juga seperti Dia ??

 

 

BUKAN PILIHAN

 

Memberitakan Injil Keselamatan bukan sebuah pilihan, tapi keharusan. Bukan sekedar karena menuruti perintah Tuhan, tapi terlebih karena kita mengasihi Tuhan.

 

Memberitakan Injil Keselamatan berarti mengatakan bahwa “Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan dan kebenaran dan hidup. Tak ada nama lain yang dapat menyelamatkan manusia selain nama Yesus. Hanya Yesus satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat”. Sebagai pengikut Kristus, kita tahu dan percaya akan kebenaran ini. Tetapi sering kali kita “menutup mulut kita” dengan banyak alasan. Kita takut ditolak, takut dimusuhi, malu, merasa tak pandai bicara, dan lain-lain. Bahkan seringkali kita “memaafkan diri sendiri” yang tidak melakukan penginjilan pribadi dengan alasan kita sudah melakukan pelayanan di gereja.

 

Profesi pertama kita di atas segalanya adalah PENJALA MANUSIA.

Jangan bersembunyi di balik profesi untuk tidak mengabarkan injil. Sudah melayani bukanlah alasan untuk tidak menginjil secara pribadi. Pelayanan bukan pengganti penginjilan pribadi.

Jangan menawar Firman dengan alasan, pemikiran, dan perasaan kita.

Yang harus kita lakukan adalah TAAT!

Memberitakan injil tidak sulit, yang penting mau!

 

Iblis senang memutarbalikkan fakta dengan berkata “Jangan memberitakan Injil, jangan melayani, jangan bersaksi. Kamu tak layak, hidupmu belum benar”.  Iblis tahu kalau kita melayani dan memberitakan Injil, otot rohani kita akan semakin kuat. Sebaliknya, kalau tak mau melayani dan bersaksi, kita akan semakin lemah.

 

Kadang kita merasa hidup kita belum layak sehingga tak mau bersaksi.

Tetapi sesungguhnya lebih tak layak lagi jika kita tak bersaksi, karena Tuhan telah menebus kita dari dosa yang sangat besar.

 

 

VISI TUHAN : AMANAT AGUNG

 

Tuhan memberikan sebuah Amanat Agung (Matius 28 : 19 – 20) sebelum Dia terangkat ke sorga. Dan Tuhan mempercayai Anda dan saya untuk mengerjakannya. Sebuah tugas mulia yang harus kita lakukan karena kita mengasihi Dia. Miliki visi dalam bisnis, karir, keluarga, masa depan, dan pelayanan. Lakukan yang terbaik dengan semua yang Tuhan percayakan pada kita, karena kita semua adalah saksi-saksi untuk kemuliaan-Nya. Tapi di atas segala-galanya, tempatkan VISI TUHAN sebagai yang tertinggi di hati kita.

 

Visi tertinggi tidak boleh visi pribadi (visi dalam bisnis, visi dalam pelayanan, dan lain-lain).

Semua visi harus tunduk pada Amanat Agung.

Ujung semua dari visi kita adalah keselamatan jiwa-jiwa.

Pada akhirnya semua harus kembali pada Amanat Agung.

 

Dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia. Amin.

 

 

(oleh : Sella Irene – Beautiful Words)

(Terinspirasi kotbah Ps. Philip Mantofa 9 Maret 2014)

 

 

 

 

 

 Text background : Google images

Advertisements

2 comments on “VISI DAN PROFESI TERTINGGI

  1. Zacharias
    April 29, 2014

    Yup, benar. Mari menangkan dunia bagi Kristus! 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,425 other followers

Archives

%d bloggers like this: