Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

JADILAH “SESAMA MANUSIA”


OUR QUALITYLukas 10 : 25 – 37  ;  Matius 25 : 31 – 46  ;   Amsal 3 : 28

Hari-hari ini bencana alam semakin sering terjadi. Banyak orang yang memerlukan pertolongan. Rumah yang terendam banjir sampai  ke atap, ribuan hektar padi siap panen yang rusak, ratusan hewan ternak yang mati, pemukiman penduduk yang tersapu lahar dingin, dan ratusan orang yang berjubel di tempat penampungan, kedinginan, sakit, dan kelaparan. Entah sampai kapan.

Saat kita mendengar dan mengetahui penderitaan sesama kita yang terkena musibah atau bencana alam, apakah kita peduli? Tentu saja. Bahkan kita antusias mencari beritanya di televisi.

Bukankah hati kita tergerak oleh belas kasihan? Itu sudah pasti!

Pertanyaannya…Apa yang sudah kita lakukan untuk mereka??

 

SIAPAKAH KITA?

Ada seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Dia dirampok habis-habisan, dipukuli, lalu ditinggalkan dalam keadaan hampir mati. Seorang imam dan seorang Lewi melihatnya tergeletak di jalan tetapi hanya melewatinya begitu saja, bahkan menghindarinya! Kita mungkin berpikir, betapa tidak pantas tindakan mereka, padahal mereka adalah para pelayan Tuhan! Kalau kita berada pada posisi mereka, apakah kita pasti menolong orang asing yang dirampok itu??

“Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah SESAMA MANUSIA dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

(Lukas 10 : 36)

Kalau seandainya kita belum mengetahui akhir kisah ini, lalu kita dihadapkan pada 3 pilihan : Imam, Lewi, dan Samaria. Menurut Anda siapakah yang sekiranya pasti menolong orang asing yang dirampok itu? Sangat wajar dan logis jika kita menjatuhkan pilihan pada Imam dan Lewi. Mereka orang-orang yang melayani di rumah Tuhan, mengerti Firman Tuhan, dekat dengan hadirat Tuhan. Tapi kenyataan berbicara lain. Mereka bahkan tidak peduli! Lalu siapa yang akhirnya peduli? Seorang Samaria. Seorang yang dipandang sebelah mata dan tidak masuk hitungan. Bahkan orang Yahudi pun tidak bergaul dengan orang Samaria (Yoh 4 : 9). Tetapi stigma yang dilekatkan orang padanya, yaitu bahwa “dia tidak baik”, tidak menghalanginya untuk melakukan perbuatan baik yang seharusnya dia lakukan. Alkitab mencatat bahwa Yesus memerintahkan kita untuk meneladani perbuatan orang Samaria itu.

Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

(Lukas 10 : 37b)

 

Kualitas seseorang bukan dinilai dari status, jabatan, serta apa kata orang tentang dia.

Tetapi nilai seseorang ditentukan dari perbuatan baik yang dia lakukan pada orang lain atas dasar kasih,

tanpa mengambil keuntungan bagi diri sendiri.

 

LIHAT SEKELILINGMU

Kita semua berharap bencana segera tertangani, musibah tak terulang lagi. Dan seiring dengan berlalunya bencana, euforia berita pun menurun. Perasaan dan hasrat untuk memberi bantuan dana, bakti sosial, dan segala macamnya, pelahan-lahan mulai memudar…  Kita kembali lagi berpusat pada diri kita : keluarga kita, karir kita, keinginan kita, cita-cita kita, masalah kita, kebutuhan kita. Semua kembali lagi kepada kita.

Jika tak ada bencana alam, apakah berarti tak ada lagi yang memerlukan pertolongan kita??

 

Lihat sekeliling kita…

–          Anak kecil yang harus mengamen sepulang sekolah untuk sedikit membantu orang tuanya yang miskin.

–          Remaja pandai yang terpaksa tak bisa melanjutkan sekolah karena tak ada biaya.

–          Pedagang keliling tua renta yang terpaksa masih harus bekerja di terik matahari karena benar-benar tak punya siapa-siapa lagi.

–          Seorang ibu hamil yang terancam akan melahirkan anak cacat karena dia kekurangan gizi.

–          Seorang pria yang akhirnya mati dan meninggalkan istri dan anak-anaknya yang masih kecil, karena sakit dan tak punya biaya berobat.

–          Atau bahkan kerabat dekat kita yang tak sanggup lagi membayar sewa rumahnya karena bangkrut!!  Dan sepupu kita yang kesulitan mencari pekerjaan.

–          Dan masih banyak lagi…..orang tak kita kenal yang kita jumpai di jalan atau pun saudara kita sendiri!

 

Sudahkah kita melakukan sesuatu untuk mereka??

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

(Matius 25 : 40)

 

Lakukan yang terbaik dari yang bisa kita lakukan.
Karena kita harus mempertanggungjawabkan perbuatan kita,
bukan hanya dari apa yang telah kita lakukan,
tetapi dari apa yang sesungguhnya MASIH BISA kita lakukan, tetapi kita tidak melakukannya.

 

Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedangkan yang diminta ada padamu.

(Amsal 3 : 28)

 

LAKUKAN PERBUATAN BAIK HARI INI, SAAT INI.

KARENA BESOK DAN NANTI, BELUM TENTU KITA MASIH ADA DI SINI.

 

 

 

Oleh : Sella Irene – Beautiful Words

Photo Credit :

1) sellairene.wordpress.com

2) http://www.fanpop.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,423 other followers

Archives

%d bloggers like this: