Beautiful Words

Beautiful words stir my heart. I will recite a lovely poem about the king, for my tongue is like the pen of a skillful poet.

DUA PESAN DARI KANA


Miracles of Jesus

Miracles of Jesus

Di suatu hari yang cerah, pesta pernikahan sedang di gelar. Para undangan terhormat dan kerabat bercengkrama sambil menikmati lezatnya sajian dari tuan rumah diiringi alunan musik. Mereka makan dan minum dengan sukaria. Di balik semarak pesta meriah itu, di ruang terpisah terjadi kepanikan karena anggur sebagai minuman utama yang seharusnya terus disajikan tanpa henti sampai pesta usai dan para undangan puas, ternyata habis. Mungkin memang persediaannya tak cukup, atau tamu yang hadir melebihi prediksi tuan rumah. Tapi apapun alasannya, sebuah malapetaka kalau sampai hal itu terjadi. Sungguh tak ada seorangpun yang menginginkan bahwa pesta impian yang lama dipersiapkan berakhir dengan kekecewaan dan rasa malu. Hampir tak ada jalan untuk menyelamatkan pesta itu. Itulah yang terjadi pada pesta pernikahan di Kana. Tapi ketaatan para pelayan membuat mujizat terjadi. Seperti yang kita tahu, peristiwa ini berakhir dengan happy ending. Air biasa diubah menjadi air anggur, bahkan anggur terbaik. Dan sang mempelai menuai pujian dari pemimpin pesta sebagai yang “…menyimpan anggur yang baik sampai sekarang”, yaitu sampai akhir pesta. Bagian menariknya adalah mempelai tersebut tak pernah menyadari masalah besar yang mengancamnya, tahu-tahu sudah beres dengan luar biasa.

 

Banyak peristiwa serupa terjadi dalam hidup ini, meski dalam bentuk yang berbeda.

Setiap kita bisa berada dalam posisi mana saja, apakahsebagai pelayan yang mentaati perintah Yesus untuk menuang air ke 6 tempayan pembasuhan yang ada di situ,

ataukah sebagai mempelai yang menerima mujizat tanpa pernah disangka-sangka.

 

 

KERELAAN MENJADI PENOLONG

 

Setiap kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Kalau Allah yang kita sembah rela melakukan segalanya untuk menyelamatkan dan menolong umat manusia, tidakkah kita juga harus melakukannya ?? Masalahnya, maukah kita taat melakukannya ??

Hands-Helping-Eachother-Out (www.psychalive.org)Para pelayan di pesta pernikahan di Kana telah mengerjakan bagiannya dengan sangat baik. Tak sepatah katapun mereka membantah apa yang Yesus perintahkan. Padahal semua itu bukannya tanpa resiko. Bagaimana jika air yang dicedok dan diberikan pada pemimpin pesta tetap menjadi air biasa? Siapa yang akan disalahkan dan menanggung akibatnya? Yang luar biasa adalah, mereka melakukan semua itu bukan untuk kepentingan mereka sendiri.

 

 

Ketaatan tak pernah gratis. Selalu ada hal yang dikorbankan untuk sebuah ketaatan.

Saat Anda taat untuk melakukan Firman Tuhan, kedagingan Anda harus dikorbankan.

Saat Anda memilih untuk mau menolong orang lain, sesungguhnya Anda sedang mengorbankan ego Anda, belajar untuk lebih mengutamakan orang lain dibanding kepentingan diri sendiri. Tapi sebagaimana ketaatan tak pernah gratis,

selalu ada upah bagi orang-orang yang melakukannya.

 

Tanpa bermaksud membedakan kedudukan: mereka adalah para pelayan, bukan pejabat, bukan konglomerat. Mereka bukan orang yang punya posisi dan kemampuan untuk melakukan hal luar biasa. Tetapi karena ketaatan mereka, mujizat terjadi.

 

Tuhan tidak memanggil orang yang “sanggup”.

Tuhan “membuat sanggup” orang yang dipanggilNya.

 

Suatu kali Yesus berkata pada seorang ahli taurat yang mencobai Dia, tentang seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Orang itu dirampok dan dianiaya lalu ditinggalkan tergeletak setengah mati di tepi jalan. Lewatlah disana seorang imam, orang Lewi, dan seorang Samaria. Tiga orang itu memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi penolong. Tapi hanya satu orang  yang mengambil kesempatan mulia itu, yaitu seorang Samaria ( Lukas 10 : 25 – 37 ).

 

Tidak peduli siapa kita dan latar belakang kita, ada saatnya dalam hidup ini kita ditempatkan pada posisi yang penting untuk menolong orang lain. 

Apakah kita mau mentaati Tuhan untuk menjadi jalan berkat bagi orang lain?

Pilihan sepenuhnya ada di tangan kita !!!

 

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6 : 9)

 

 

LEBIH DARI PEMENANG

Miracle-593x371 (www.dmu.edu)

Seorang yang telah melewati proses, berjuang dan berusaha keras untuk meraih sesuatu dan kemudian berhasil sangatlah pantas disebut sebagai pemenang. Tapi bagaimana dengan seseorang yang menjalani waktunya dengan tenang, bahkan berbahagia, tidak pernah menyadari masalah yang sedang mengancamnya, bahkan tidak sempat merasakan tekanan dari masalahnya, semua baik-baik saja, tapi kemudian tiba-tiba menerima mujizat dan bahkan upgrade, tidakkah itu yang namanya Lebih Dari Pemenang ?

 

Sepasang mempelai di Kana sangat berbahagia di hari pernikahannya. Bagaimana tidak ? Pestanya berlangsung meriah dan sukses. Mereka pasti menerima banjir pujian dari para tamu. Bahkan mungkin sampai beberapa lama pestanya masih diperbincangkan karena berbeda dengan yang lazim diadakan. Seperti yang dikatakan pemimpin pesta, “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Mempelai di Kana menikmati semua itu, tanpa ikut merasakan kepanikan dan ketegangan saat anggur habis ditengah-tengah pesta, tanpa turut memikirkan dan mencari jalan keluarnya. Tapi kemudian menerima kemuliaan karena mujizat yang diterimadengan cuma-cuma seperti sebuah hadiah yang tak pernah dimintanya.

Apa yang dialami mempelai di Kana sangat mungkin kita alami dalam hidup sehari-hari. Ada saatnya kita mengalami masalah dan Tuhan menolong kita. Tapi ada saatnya pula tanpa kita sadari diam-diam Tuhan telah melepaskan kita dari sesuatu yang berpotensi menghancurkan kita, bahkan akhirnya Tuhan mengubah itu menjadi sesuatu yang justru membawa kita ke level yang lebih tinggi.

 

Jangan pernah bermegah atas masa depan karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Jangan pernah berkata “Semua hasil usahaku” jika berhasil meraih pencapaian luar biasa.Dan jangan pernah berkata “Aku tak membutuhkan Tuhan” kalau segala sesuatu dalam hidup ini baik-baik saja.

Ingatlah selalu ada Tangan Tak Terlihat yang sigap menolong, menyokong, dan mengatrol Anda naik jauh lebih tinggi dari yang mampu Anda lakukan.

Karena kita semua lebih dari pemenang. Amin.

 

Oleh : Sella Irene – Beautiful Words

Related Post :

http://minyakcadangan.wordpress.com/2013/09/04/he-turns-water-into-wine-harold-gingerich-minggu-1-september-2013/

http://oeymenghooy.wordpress.com/kisah-nyata-mujizat-tuhan/

http://karinasussanto.wordpress.com/2013/06/04/the-ant-and-the-contact-lens/

https://sellairene.wordpress.com/2013/08/30/puisi-mujizat-beautifulwords/

 

Photo Credit :

1) http://www.crcconline.org

2) http://www.psychalive.org

30 http://www.dmu.edu

 

Advertisements

One comment on “DUA PESAN DARI KANA

  1. Pingback: INDAH PADA WAKTUNYA (posted in English: Beautiful in its Time) | BeautifulWords

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

translate this blog

Follow Beautiful Words on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,427 other followers

Archives

%d bloggers like this: